Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, secara resmi membuka agenda Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PPP Kalimantan Barat yang digelar di Kota Pontianak pada Jumat (27/2).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam rangkaian konsolidasi nasional partai berlambang Ka’bah tersebut.
Fokus utamanya adalah mematangkan kesiapan internal sebelum memasuki tahapan verifikasi partai politik serta persiapan menyambut Pemilu 2029 mendatang.
“InsyaAllah, dalam waktu dekat konsolidasi nasional selesai. Ini menjadi langkah awal menyongsong verifikasi yang akan dilaksanakan pada awal 2027,” ungkap Mardiono dalam sesi wawancara dengan awak media.
Salah satu strategi besar yang diusung Mardiono adalah mempercepat pembentukan jaringan agen politik hingga ke tingkat kelurahan.
Ia menargetkan seluruh struktur di akar rumput sudah rampung setahun sebelum perhelatan Pemilu 2029 dimulai.
Menurutnya, mesin partai yang solid hingga level terbawah menjadi kunci efektivitas kemenangan.
Mardiono juga menegaskan bahwa meski sempat dihantam dinamika politik yang cukup berat pada Pemilu 2024 lalu, loyalitas pendukung setia PPP tidak tergoyahkan.
“Alhamdulillah, ini mencerminkan bahwa kekuatan kita di grassroot masih solid,” ucapnya.
Dalam arahannya, Mardiono mengingatkan seluruh pengurus partai, mulai dari pusat hingga daerah, untuk menyatukan visi perjuangan.
Ia menekankan bahwa misi PPP bukan sekadar mengejar kursi kekuasaan, melainkan untuk memberikan kemaslahatan bagi umat dan rakyat Indonesia secara luas.
Lebih lanjut, ia menyoroti posisi PPP yang secara historis selalu konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan bangsa.
Mardiono menilai pentingnya menjaga keharmonisan antara ulama dan pemerintah (umara) demi memastikan arah kebijakan negara tetap membawa kebaikan.
Sebagai penutup, ia memberikan perhatian khusus bagi wilayah Kalimantan Barat dalam peta politik partai.
Konsolidasi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalbar akan diintensifkan sebagai bagian dari strategi regional.
“Kalimantan Barat akan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam konsolidasi regional, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar kita bisa memperoleh mandat rakyat secara maksimal,” ujar Mardiono. (dpi)




