TABLOIDBINTANG.COM - Wardatina Mawa resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Insanul Fahmi, ke Pengadilan Agama Medan, Sumatera Utara. Langkah tersebut ternyata sudah diketahui oleh Insanul.
Insanul Fahmi mengaku mendapat kabar gugatan cerai itu langsung dari sang istri melalui pesan singkat. "Ya, sempat komunikasi pasti ada kagetnya ya," ujarnya, kepada wartawan dalam wawancara virtual.
Insanul merasa terkejut, karena sebelumnya ia dan Mawa sempat membuka ruang damai. Bahkan, ada pembahasan untuk kembali rujuk setelah konflik terkait poligami mencuat.
"Kita kemarin sempat mau damai, sempat kepikiran emang buat rujuk. Kemudian ya digugat cerai, di sini sebenarnya diuji kedewasaan sih," ucapnya.
Insanul menduga keputusan Mawa melayangkan gugatan tak lepas dari pengaruh opini yang berkembang di media sosial. Ia menilai narasi yang beredar telah memperkeruh suasana dan memicu emosi berbagai pihak.
"Karena (Mawa) banyak mendengarkan pihak-pihak lain yang tidak ada urusannya sama rumah tangga. Jadi menurut saya di sini diuji kedewasaan. Karena semua pihak yang saya ketahui itu tersulut karena memang ada statement-statement atau narasi yang dibangun di publik," jelasnya.
"Yang mana sebenarnya narasinya tidak seperti itu, tapi akun-akun gosip ini semuanya coba menggoreng. Pada akhirnya ikut panas, ikut tersulut, kemudian jadilah emosi," tambahnya.
Di tengah situasi yang semakin kompleks, Insanul mengaku berada dalam posisi sulit. Ia merasa telah berupaya meredakan ketegangan, namun keputusan akhir tetap bergantung pada masing-masing pihak.
"Di sini sebenarnya saya bingung juga ya, satu sisi saya juga berupaya untuk menenangkan semuanya, tapi kan ini balik lagi ke diri masing-masing, siapa subjek atau objek yang mau didengar," lanjutnya.
Sebagai jalan keluar, Insanul menawarkan penyelesaian secara tertutup dengan mempertemukan semua pihak yang terlibat, termasuk Inara Rusli. Ia meyakini dialog langsung dapat meredam konflik yang kian melebar.
"Kalau dari saya sendiri, solusinya atau penyelesaian terbaik adalah diselesaikan secara tertutup. Kita ketemu bareng semuanya, terutama bertiga (Insanul, Wardatina Mawa, dan Inara Rusli)," ujar Insanul Fahmi.
"Karena kalau misalnya mau dengerin semuanya, dengerin sosmed atau apapun, nggak bakal selesai. Yang ada makin memperkeruh," sambungnya.




