Gubernur NTT dorong desa olah produk unggulan

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan setiap desa di wilayahnya memiliki potensi unggulan yang perlu diolah dan dikemas guna meningkatkan nilai tambah serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Semua desa punya potensi unggulan yang harus dioptimalkan. Jangan lagi menjual dalam bentuk mentah, tetapi diolah dan dikemas agar nilai jual lebih tinggi,” kata Melki di Kupang, Jumat (27/2).

Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri pemberdayaan ekonomi desa dan peluncuran produk One Village One Product (OVOP) di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Melki, program pendampingan desa oleh Pemerintah Provinsi NTT bertujuan memastikan potensi lokal tidak berhenti pada produksi bahan mentah, melainkan berkembang menjadi produk bernilai tambah.

Ia menilai perubahan pola produksi menjadi kunci penguatan ekonomi desa, dari sekadar tanam, panen, dan jual menjadi tanam, panen, olah, kemas, lalu jual.

Melalui pendekatan OVOP, setiap desa didorong memiliki satu produk unggulan yang khas dan mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.

Baca juga: Mendes: Pameran produk unggulan bawa pelaku usaha desa naik kelas

Dengan pendampingan perangkat daerah provinsi, pemerintah ingin memastikan proses produksi berjalan berkelanjutan serta berdampak langsung pada peningkatan pendapatan warga.

“Desa adalah fondasi ekonomi daerah. Jika desa kuat, maka ekonomi NTT juga kuat,” ujar Melki.

Program OVOP, kata dia, menyasar 160 desa di NTT dengan masing-masing perangkat daerah provinsi mendampingi desa binaan.

Untuk Desa Bolok, pendampingan dilakukan Dinas Peternakan Provinsi NTT dengan fokus pada budidaya ternak babi dan pengolahan daging se’i babi.

Pada kesempatan itu diluncurkan produk OVOP Desa Bolok berupa Se’i Babi Kikikaka yang dikemas dalam berbagai ukuran agar siap dipasarkan lebih luas.

Produk tersebut berbeda dari penjualan se’i pada umumnya yang masih terbatas dalam kemasan konvensional.

Melki menilai banyak produk daerah masih dijual mentah sehingga nilai tambah belum optimal.

Pemerintah provinsi mendorong transformasi dari sektor primer menuju pengolahan bernilai tambah untuk memperkuat struktur ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga: Lewat Desa BRILiaN, BRI dorong usaha camilan jadi produk oleh-oleh unggulan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Ini Daftar Daerah Berpotensi Terdampak
• 16 jam lalunarasi.tv
thumb
Emiten Bank dan Tambang Royal Tebar Dividen, Cek Strategi Rotasi Sektoralnya
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Target Kinerja VKTR 2026, Garap Segmen WTE dan Kuasai Pasar Kendaraan Listrik Komersial
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Anak-anak Inara Rusli Datang ke Pernikahan Virgoun, Netizen Langsung Titip Pesan Haru ini ke Eva Manurung
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Wolverhampton Wanderers vs Aston Villa, Wolves Menang, Ambisi Liga Champions The Villans Terganjal
• 1 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.