REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkirakan nilai transaksi selama Peukan Raya Ramadhan 1447 Hijriah mencapai lebih dari Rp2 miliar. Acara ini berlangsung di kawasan Pasar Aceh, Banda Aceh, mulai 27 Februari hingga 13 Maret 2026.
"Tahun ini kita menargetkan 10.000 pengunjung per hari, dengan proyeksi perputaran uang di atas Rp2 miliar," ujar Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal saat membuka acara tersebut pada Jumat (27/2).
Kegiatan ini bertempat di pusat kota yang terintegrasi dengan Pasar Aceh dan Masjid Raya Baiturrahman, untuk menarik pengunjung dan meningkatkan transaksi. Peukan Raya Ramadhan menghadirkan 120 tenant UMKM sektor kuliner Ramadhan, produk kreatif, serta berbagai aktivitas tanpa biaya partisipasi bagi para pelaku usaha.
"Target kita jelas, bukan sekadar ramai, tetapi benar-benar terjadi transaksi," tambah Illiza. Acara ini terbagi menjadi tiga zona utama: peukan raseuki yang menyajikan berbagai makanan berbuka puasa, peukan khanduri dengan kegiatan berbuka bersama dan pembagian takjil gratis, serta peukan silaturahmi yang dimeriahkan berbagai pertunjukan dan kegiatan interaktif.
Illiza menuturkan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan, seiring dengan penurunan tingkat kemiskinan di Banda Aceh menjadi 5,45 persen dari sebelumnya 6,95 persen. "Artinya, sekitar 4.000 saudara kita telah keluar dari garis kemiskinan," katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Penurunan kemiskinan ini menunjukkan dampak positif dari kebijakan penguatan UMKM, stabilisasi harga, perluasan akses pembiayaan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. "Kita ingin pertumbuhan ekonomi Banda Aceh bukan hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas dan inklusif," tegas Illiza.