Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) mengklarifikasi informasi terkait penyaluran anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan pembaruan data yang akurat kepada publik.
Dalam informasi yang beredar sebelumnya, terdapat kesalahan mengenai periode alokasi dana, sehingga perlu diluruskan untuk memastikan informasi yang diterima publik akurat. Alokasi dana yang sebelumnya disebut per hari, setelah verifikasi internal, yang tepat adalah sekitar Rp500 juta setiap 12 hari per SPPG.
"Dalam rangka transparansi dan akurasi informasi publik, kami sampaikan bahwa setiap SPPG menerima alokasi sekitar Rp500 juta per 12 hari," ujar Hidayati dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/2/2026).
Mekanisme penyaluran dana tetap langsung ke SPPG tanpa melalui pemerintah daerah, sehingga dana BGN berperan sebagai penggerak ekonomi lokal yang merata dan mendukung pemerataan manfaat program di seluruh wilayah.
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, (4/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Peredaran dana ini juga memberi kepastian pasar bagi produk lokal yang digunakan dalam MBG, berdampak positif pada sektor produksi, termasuk peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini rata-rata mencapai 125, memberi ruang untuk investasi dan kesejahteraan keluarga.
BGN menegaskan bahwa klarifikasi ini bertujuan menjaga akurasi data dan transparansi informasi publik.
"Kami berkomitmen untuk selalu menghadirkan informasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tutup dia.
(wur/wur) Add as a preferred
source on Google




