Hal tersebut disampaikan Menpora Erick saat menghadiri ajang Asian Cadet dan Junior Fancing Championship 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (27/2).
Dalam kesempatan ini, Menpora memastikan tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan atau pelecehan yang terjadi di lingkungan olahraga nasional, karena keselamatan dan perlindungan atlet menjadi prioritas utama.
Baca Juga :
Lonjakan Ranking! Anggar Indonesia Kini Masuk 32 Besar AsiaSetiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional dan transparan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan olahraga yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” ujar Menpora Erick.
Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini menjadi perhatian serius publik, mengingat atlet merupakan aset bangsa yang harus dilindungi baik secara fisik maupun mental.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





