JAKARTA, DISWAY.ID-- Konflik perbatasan antara Pakistan dan Taliban Afghanistan (Emirat Islam Afghanistan) semakin memanas pada akhir Februari 2026.
Pakistan menyatakan berada dalam kondisi open war (perang terbuka) dengan Taliban setelah serangan balasan dari Afghanistan, diikuti serangan udara Pakistan yang menyasar ibu kota Kabul, Kandahar, dan provinsi Paktia serta Paktika.
Bentrokan ini dimulai dari serangan udara Pakistan pada 21-22 Februari 2026 terhadap kamp militan Tehrik-e Taliban Pakistan (TTP) di Afghanistan, yang dibalas dengan serangan darat Afghanistan pada 26 Februari, lalu eskalasi menjadi bom di Kabul pada 27 Februari.
BACA JUGA:Ala THR! Bonus Hari Raya Ojol dan Tukang Paket Sebesar 20 Persen, Berikut Contoh Menghitungnya
Pakistan mengklaim telah menghancurkan puluhan pos Taliban dan membunuh ratusan pejuang, sementara Taliban melaporkan korban di pihak Pakistan serta menawarkan dialog.
Konflik ini berakar dari tuduhan Pakistan bahwa Taliban melindungi TTP yang melakukan serangan teror di wilayahnya, sementara Taliban menolak dan menuntut Pakistan hentikan serangan lintas batas.
Perbandingan Kekuatan Militer (Data 2026)
Berdasarkan data dari Global Firepower Index (GFP) dan International Institute for Strategic Studies (IISS), Pakistan memiliki keunggulan mutlak dalam perang konvensional. Pakistan berada di peringkat 14 dunia (Power Index ~0.26), sementara Afghanistan (di bawah Taliban) peringkat 121 (Power Index ~2.73).
- Personel Aktif
Pakistan: 660.000 personel (560.000 tentara darat, 70.000 angkatan udara, 30.000 angkatan laut).
Taliban Afghanistan: 172.000 personel (rencana ekspansi ke 200.000).
- Kendaraan Tempur dan Artileri
Pakistan: >6.000 kendaraan lapis baja, >4.600 artileri (termasuk self-propelled dan rocket launcher).
BACA JUGA:Intip Omah Dongeng Marwah, Kawah Candradimuka Ketua BEM UGM Tiyo yang Lantang Kritik Prabowo
Taliban: Sangat terbatas, mengandalkan peralatan warisan AS (ditinggalkan 2021) seperti Humvee dan artileri ringan, tapi minim pemeliharaan.
- 1
- 2
- »





