Denpasar (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Bali menyebutkan penyewa kendaraan yang digunakan untuk aksi penculikan warga negara asing (WNA) asal Ukraina Ihor Komarav (28) diduga memakai paspor palsu saat menyewa kendaraan di tempat rental kendaraan di daerah itu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar, Sabtu, mengungkap pelaku CH yang sudah ditetapkan sebagai tersangka diketahui menyewa satu unit mobil Toyota Avanza dan dua unit sepeda motor untuk enam WNA yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Bali.
Ariasandy menjelaskan identitas pelaku CH terungkap dari rental kendaraan dan juga terungkap berkat rekaman kamera pengawas yang merekam lalu lalang sebuah kendaraan Avanza dan dua sepeda motor di wilayah Kabupaten Tabanan serta tempat korban menginap di wilayah Kabupaten Badung.
"Dari hasil pemeriksaan, kendaraan itu disewa dari rental oleh WNA berinisial CH dengan paspor palsu dan CH diperkirakan WNA asal Nigeria," katanya.
Polisi berhasil menangkap CH di sebuah wilayah di Nusa Tenggara Barat pada 23 Februari 2026, delapan hari setelah aksi penculikan terhadap Ihor Komarav pada Minggu (15/2).
Meskipun demikian, dalam pemeriksaan CH mengaku disuruh oleh seseorang menyewa kendaraan tersebut dengan upah Rp6 juta.
Kepada penyidik, CH mengaku tidak mengetahui kendaraan itu disewa untuk melakukan tindak pidana penculikan.
Baca juga: Polda Bali tetapkan enam WNA tersangka penculikan WN Ukraina
Untuk status terduga tersangka inisial CH, Kepolisian dan Kejaksaan masih berkoordinasi terkait pasal yang dapat dikenakan kepada terduga tersangka CH.
Ariasandy mengungkap Polda Bali telah mengidentifikasi para pelaku penculik WNA Ukraina berinisial IK yang terjadi pada Minggu (15/2) di Jalan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, sekitar pukul 22.20 Wita.
Keenam pelaku diduga merupakan WNA dengan inisial RM, VK, AS, VN, SM, dan DH. Semuanya laki-laki dan saat ini Polda Bali sedang memburu mereka.
"Kami telah menetapkan status keenam orang tersebut sebagai tersangka. Kami berkoordinasi dengan Hubinter Polri untuk menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) dan Red Notice kepada Interpol untuk mencari keberadaan mereka," kata mantan Kabid Humas Polda NTT itu.
Berdasarkan data perlintasan orang asing di Imigrasi, kata dia, tercatat empat terduga pelaku sudah kabur ke luar negeri melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sedangkan dua terduga pelaku masih berada di wilayah Indonesia.
Hingga saat ini, penyidik belum berhasil mengidentifikasi keberadaan korban Ihor Komarav. Namun, berdasarkan data perlintasan orang asing di Imigrasi korban diduga masih berada di wilayah Indonesia.
"Keberadaan korban ya tentunya masih di wilayah kita karena identitas sudah terdata di imigrasi, tidak mungkin keluar dari wilayah kita. Kalau keluar pasti ketahuan," katanya.
Di sisi lain, terkait penemuan potongan kepala dan tubuh manusia yang diduga korban mutilasi di muara Sungai Wos, Banjar Keden, Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada Kamis 26 Februari lalu sekitar pukul 10.00 Wita,
Kabid Humas menyampaikan pihaknya belum bisa memastikan apakah potongan tubuh itu adalah IK atau bukan. Namun pihak Kepolisian sedang mengambil sampel DNA potongan tubuh tersebut dan orang tua IK untuk memastikan identitasnya.
"Masalah penemuan potongan tubuh itu, kita masih dalam proses identifikasi potongan tubuh ini milik siapa dengan mencocokkan DNA. Salah satunya dengan mencocokkan DNA orang tua korban IK," ungkapnya.
Sebelumnya, seorang WNA Ukraina Ihor Komarav dilaporkan hilang pada Minggu (15/2) diduga diculik oleh orang tak dikenal. Saat itu, korban dan rekan-rekannya hendak latihan mengendarai motor di medan tanjakan di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.
Korban yang saat itu dibonceng oleh salah satu rekannya berada di posisi paling belakang. Namun, dalam perjalanan itu, Ihor dan satu rekannya diserang oleh orang tak dikenal.
Rekan yang satu motor dengan Ihor, kemudian berhasil melarikan diri dan melaporkan kepada teman-temannya yang ada di depan bahwa Ihor telah diculik oleh orang tak dikenal.
Setelah kejadian itu, teman korban pun melaporkan kejadian itu kepada Polsek Kuta Selatan.
Tak berselang lama, sebuah video yang disiarkan secara langsung oleh korban Ihor, diketahui sedang berada di sebuah vila dan meminta sejumlah uang tebusan kepada keluarganya.
Kepolisan pun melakukan penyelidikan terhadap tempat di mana korban mengambil video tersebut dan hasil tes DNA bercak darah di tempat itu dengan darah yang ada di mobil yang diduga digunakan oleh para tersangka identik.
Baca juga: Polda Bali dalami peran WNA Rusia diduga pelaku perampokan WN Ukraina
Baca juga: Polda Bali koordinasi dengan Interpol cari 8 perampok WN Ukraina
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar, Sabtu, mengungkap pelaku CH yang sudah ditetapkan sebagai tersangka diketahui menyewa satu unit mobil Toyota Avanza dan dua unit sepeda motor untuk enam WNA yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Bali.
Ariasandy menjelaskan identitas pelaku CH terungkap dari rental kendaraan dan juga terungkap berkat rekaman kamera pengawas yang merekam lalu lalang sebuah kendaraan Avanza dan dua sepeda motor di wilayah Kabupaten Tabanan serta tempat korban menginap di wilayah Kabupaten Badung.
"Dari hasil pemeriksaan, kendaraan itu disewa dari rental oleh WNA berinisial CH dengan paspor palsu dan CH diperkirakan WNA asal Nigeria," katanya.
Polisi berhasil menangkap CH di sebuah wilayah di Nusa Tenggara Barat pada 23 Februari 2026, delapan hari setelah aksi penculikan terhadap Ihor Komarav pada Minggu (15/2).
Meskipun demikian, dalam pemeriksaan CH mengaku disuruh oleh seseorang menyewa kendaraan tersebut dengan upah Rp6 juta.
Kepada penyidik, CH mengaku tidak mengetahui kendaraan itu disewa untuk melakukan tindak pidana penculikan.
Baca juga: Polda Bali tetapkan enam WNA tersangka penculikan WN Ukraina
Untuk status terduga tersangka inisial CH, Kepolisian dan Kejaksaan masih berkoordinasi terkait pasal yang dapat dikenakan kepada terduga tersangka CH.
Ariasandy mengungkap Polda Bali telah mengidentifikasi para pelaku penculik WNA Ukraina berinisial IK yang terjadi pada Minggu (15/2) di Jalan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, sekitar pukul 22.20 Wita.
Keenam pelaku diduga merupakan WNA dengan inisial RM, VK, AS, VN, SM, dan DH. Semuanya laki-laki dan saat ini Polda Bali sedang memburu mereka.
"Kami telah menetapkan status keenam orang tersebut sebagai tersangka. Kami berkoordinasi dengan Hubinter Polri untuk menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) dan Red Notice kepada Interpol untuk mencari keberadaan mereka," kata mantan Kabid Humas Polda NTT itu.
Berdasarkan data perlintasan orang asing di Imigrasi, kata dia, tercatat empat terduga pelaku sudah kabur ke luar negeri melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sedangkan dua terduga pelaku masih berada di wilayah Indonesia.
Hingga saat ini, penyidik belum berhasil mengidentifikasi keberadaan korban Ihor Komarav. Namun, berdasarkan data perlintasan orang asing di Imigrasi korban diduga masih berada di wilayah Indonesia.
"Keberadaan korban ya tentunya masih di wilayah kita karena identitas sudah terdata di imigrasi, tidak mungkin keluar dari wilayah kita. Kalau keluar pasti ketahuan," katanya.
Di sisi lain, terkait penemuan potongan kepala dan tubuh manusia yang diduga korban mutilasi di muara Sungai Wos, Banjar Keden, Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada Kamis 26 Februari lalu sekitar pukul 10.00 Wita,
Kabid Humas menyampaikan pihaknya belum bisa memastikan apakah potongan tubuh itu adalah IK atau bukan. Namun pihak Kepolisian sedang mengambil sampel DNA potongan tubuh tersebut dan orang tua IK untuk memastikan identitasnya.
"Masalah penemuan potongan tubuh itu, kita masih dalam proses identifikasi potongan tubuh ini milik siapa dengan mencocokkan DNA. Salah satunya dengan mencocokkan DNA orang tua korban IK," ungkapnya.
Sebelumnya, seorang WNA Ukraina Ihor Komarav dilaporkan hilang pada Minggu (15/2) diduga diculik oleh orang tak dikenal. Saat itu, korban dan rekan-rekannya hendak latihan mengendarai motor di medan tanjakan di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.
Korban yang saat itu dibonceng oleh salah satu rekannya berada di posisi paling belakang. Namun, dalam perjalanan itu, Ihor dan satu rekannya diserang oleh orang tak dikenal.
Rekan yang satu motor dengan Ihor, kemudian berhasil melarikan diri dan melaporkan kepada teman-temannya yang ada di depan bahwa Ihor telah diculik oleh orang tak dikenal.
Setelah kejadian itu, teman korban pun melaporkan kejadian itu kepada Polsek Kuta Selatan.
Tak berselang lama, sebuah video yang disiarkan secara langsung oleh korban Ihor, diketahui sedang berada di sebuah vila dan meminta sejumlah uang tebusan kepada keluarganya.
Kepolisan pun melakukan penyelidikan terhadap tempat di mana korban mengambil video tersebut dan hasil tes DNA bercak darah di tempat itu dengan darah yang ada di mobil yang diduga digunakan oleh para tersangka identik.
Baca juga: Polda Bali dalami peran WNA Rusia diduga pelaku perampokan WN Ukraina
Baca juga: Polda Bali koordinasi dengan Interpol cari 8 perampok WN Ukraina





