PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih sebesar US$195 juta pada tahun buku 2025, turun 48% dibandingkan US$376 juta pada 2024.
Melansir laporan keuangan konsolidasian auditan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 (12M25 atau FY25) pada Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan tersebut sejalan dengan turunnya pendapatan perseroan sebesar 18% menjadi US$1,88 miliar dari sebelumnya US$2,30 miliar. Pelemahan kinerja terutama dipicu penurunan harga jual rata-rata (ASP) batu bara sebesar 20% menjadi US$76 per ton dari US$96 per ton pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: GoTo Tegaskan Investasi Google dan Restrukturisasi Saham Sesuai Regulasi
Meski demikian, volume produksi batu bara meningkat 5% secara tahunan menjadi 21,2 juta ton. Volume penjualan juga naik 3% menjadi 24,7 juta ton.
Laba operasional tercatat sebesar US$267 juta, turun 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) turun 35% menjadi US$343 juta, dengan margin EBITDA menyusut dari 23% menjadi 18%.
Dari sisi neraca, total aset relatif stabil di level US$2,4 miliar per 31 Desember 2025. Kas dan setara kas tercatat sebesar US$808 juta, turun dari US$990 juta pada akhir 2024.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar US$285 juta, turun 37% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Targetkan Rp6,5 T dari Rights Issue, BNBR Dapat Restu Pemegang Saham
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2025, perseroan menyetujui program pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp2,5 triliun atau hingga 10% dari total saham beredar. Hingga akhir 2025, perseroan telah membeli kembali 6 juta saham atau sekitar 0,5% dari total saham beredar.





