Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Disorot, Bima Arya Sentil Gubernur Kaltim: Anggaran Harus Masuk Akal

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya memberi peringatan tegas kepada Gubernur Kalimantan Timur terkait rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar. Ia meminta agar anggaran tersebut dikaji ulang dan disesuaikan dengan prinsip kewajaran serta kepentingan publik.

Sorotan ini muncul setelah terungkap adanya alokasi anggaran pengadaan mobil dinas untuk Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dengan nilai yang dinilai sangat tinggi. Menurut Bima Arya, pembelian kendaraan dinas seharusnya tidak melampaui batas kewajaran, terlebih di tengah tuntutan efisiensi anggaran pemerintah daerah.

“Sebaiknya memang pembelian mobil dinas sewajarnya saja. Pak Gubernur bisa mengkaji ulang pembelian tersebut,” ujar Bima Arya kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).

Bima menegaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri tidak melarang pengadaan fasilitas penunjang kerja kepala daerah. Namun, ia mengingatkan agar setiap rupiah yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) benar-benar mencerminkan kebutuhan riil, bukan sekadar gengsi jabatan.

“Kita sarankan untuk disesuaikan kembali dengan harga yang wajar,” lanjutnya.

Peringatan tersebut bukan tanpa dasar. Bima Arya mengingatkan masih berlakunya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang diterbitkan pada Februari 2025. Surat edaran itu secara jelas mengimbau seluruh kepala daerah agar berhati-hati dalam menyusun dan merealisasikan anggaran, khususnya belanja yang bersifat fasilitas pejabat.

Surat edaran tersebut menekankan tiga aspek utama dalam penggunaan APBD, yakni urgensi, kebutuhan, dan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan kata lain, setiap kebijakan anggaran harus mampu dijelaskan relevansinya terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan warga.

“Masih ada surat edaran Mendagri Februari 2025 yang meminta kepala daerah memperhatikan aspek urgensi, kebutuhan, dan manfaat bagi warga dalam alokasi APBD,” tegas Bima Arya.

Sorotan terhadap anggaran mobil dinas ini pun memicu reaksi publik dan elite politik daerah. Sebelumnya, rencana pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar ramai diperbincangkan setelah muncul penjelasan dari Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. Ia menyatakan bahwa pengadaan tersebut telah melalui pertimbangan matang dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Breaking News: Gempa Hari Ini Magnitudo 5,6 Guncang Toli-Toli Sulteng
• 25 menit lalurctiplus.com
thumb
Pekan Ke-24 Super League Hadirkan Big Match Persebaya vs Persib dan Persija vs Borneo FC
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Perampokan Minimarket di Palangka Raya Terekam CCTV, 2 Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Status Siaga 1 Iran Belum Dicabut, Kemlu Siapkan Opsi Evakuasi Darurat WNI
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
SMSI Surabaya Wujudkan Kepedulian Lewat Bantuan Ramadan
• 36 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.