Kadek Ardika (26 tahun) berdiri di perbatasan Muara Sungai Wos, Banjar Keden dan Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (28/2), sekitar pukul 08.00 WITA.
Kepalanya terlihat sesekali menoleh ke arah muara dan bebatuan, penasaran tentang temuan potongan kepala dan tubuh manusia diduga korban mutilasi pada Kamis (26/2) lalu.
Dia lalu kembali bermain bersama anak balita dan istrinya setelah puas melihat-lihat sekitar penemuan potongan tubuh manusia itu.
Pantauan kumparan, tak nampak garis polisi terpasang di sekitar lokasi. Diduga, garis polisi itu terseret arus ombak yang tinggi.
Kabar temuan potongan tubuh itu sempat menggegerkan warga setempat, termasuk Kadek Ardika dan warga lainnya. Tapi, area tersebut langsung diamankan polisi, warga juga tak diperbolehkan mendekat atau mengambil gambar di lokasi.
"Saya tinggal di sekitar sini, sering ke sini memang jalan-jalan aja. (Waktu ada informasi temuan potongan tubuh) kaget, tapi gak dikasih lihat (atau mendekat sama polisi)," kata Ardika.
Meski khawatir dengan temuan potongan tubuh manusia di pantai itu, Ardika tetap tak takut untuk mengajak keluarganya bermain di pantai.
"Khawatir sih khawatir cuma ya gimana lagi. Semoga kasusnya cepat tuntas saja," katanya.
Pantauan kumparan di lokasi, sungai dan pantai ini berada di sekitar Jalan By Pass Ida Mantra. Jalan ini selalu padat kendaraan lantaran merupakan salah satu jalan lintas penghubung antara Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, hingga Kabupaten Karangasem.
Di kawasan pantai terdapat fasilitas jogging track, tak jauh dari pantai terdapat permukiman warga, pondok besar terbuka yang dijadikan sebagai sport center, pura, pos pecalang dan kamar mandi.
Pada Sabtu (28/2), sejak pukul 07.30 WITA sejumlah pengunjung memang tampak berjalan di jogging track, berlari dan bermain di pantai hingga memancing di lautan.
Namun, jumlah pengunjung pantai tergolong sepi. Pada pukul 10.00 WITA, hampir tak terlihat ada pengunjung pantai, kecuali pemancing yang menebar jala. Menurut Kadek Ardika, pengunjung biasanya ramai saat sore hari.
Di lokasi, ditemui pula Wayan Ardana (60). Pria ini tahu, beberapa hari lalu ada potongan tubuh manusia ditemukan di pantai tersebut. Tapi ia tetap santai mancing pada pagi ini.
"Kaget (saat dengar ada temuan potongan tubuh) tapi tidak takut, mancing saja sudah hobi," katanya.
Adapun potongan tubuh yang ditemukan adalah kepala, kaki kanan, dada atas bagian kiri dan kanan, paha dan sebagian isi organ dalam korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyidik menemukan sejumlah ciri-ciri khusus pada potongan tubuh itu. Yakni Bunda Maria dan jam tangan angka Romawi. Tato jam ini ditemukan pada potongan tubuh bagian lengan.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan, penyidik saat ini sedang berusaha mengidentifikasi korban dengan mengambil sampel DNA korban.
Selain itu, penyidik juga bekerja sama dengan Konsulat Ukraina untuk mengambil sampel ibu dari WN Ukraina berinisial IK. Kedua sampel DNA ini nantinya akan dicocokkan untuk memastikan korban adalah IK atau tidak.
WN Ukraina berinisial IK merupakan korban penculikan di sekitar Jalan Jimbaran, Kabupaten Badung, pada Minggu (15/2) lalu.
"Tim dari DVI Polda, Dokkes Polda Bali, dan Bidlabfor Polda Bali ini melakukan pengambilan sampel DNA terhadap potongan mayat yang kita temukan di Pantai Ketewel kemarin itu sambil nanti kita cocokkan dengan DNA keluarga yang merasa keluarganya hilang ya, atau yang melaporkan penculikan atau kehilangan, ya termasuk yang kita ketahui kemarin ada warga negara asing yang dilaporkan culik ya," katanya di ruang kerjanya, Jumat (27/2).





