Beijing (ANTARA) - Kualitas udara di China pada 2025 mencapai level terbaik sejak pencatatan pemantauan dimulai, demikian disampaikan pejabat dari Kementerian Ekologi dan Lingkungan China Li Tianwei pada Jumat (27/2).
Li saat konferensi pers mengatakan dalam tiga indikator penilaian, konsentrasi rata-rata PM2.5 di kota-kota setingkat prefektur atau di atasnya tercatat 28 mikrogram per meter kubik, proporsi hari dengan kualitas udara baik mencapai 89,3 persen, dan proporsi hari dengan polusi berat berada di angka 0,9 persen, seluruh indikator tersebut menandai kinerja terbaik sejak pemantauan dimulai.
Ia menyampaikan pada periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), konsentrasi PM2.5 secara nasional mengalami penurunan sebesar 20 persen.
Saat ini, 29 kota memiliki PDB di atas 1 triliun yuan (1 yuan = Rp2.450) atau sekitar 144,45 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.758), dengan konsentrasi rata-rata PM2.5 sebesar 27,8 mikrogram per meter kubik, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.
"Kota-kota tersebut mencatatkan peningkatan signifikan pada periode 2021-2025, menunjukkan melalui pencapaian nyata dalam tata kelola pertumbuhan, ekonomi dan perlindungan langit biru dapat berjalan beriringan serta mencapai hasil yang saling menguntungkan," ucap Li.
Li saat konferensi pers mengatakan dalam tiga indikator penilaian, konsentrasi rata-rata PM2.5 di kota-kota setingkat prefektur atau di atasnya tercatat 28 mikrogram per meter kubik, proporsi hari dengan kualitas udara baik mencapai 89,3 persen, dan proporsi hari dengan polusi berat berada di angka 0,9 persen, seluruh indikator tersebut menandai kinerja terbaik sejak pemantauan dimulai.
Ia menyampaikan pada periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), konsentrasi PM2.5 secara nasional mengalami penurunan sebesar 20 persen.
Saat ini, 29 kota memiliki PDB di atas 1 triliun yuan (1 yuan = Rp2.450) atau sekitar 144,45 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.758), dengan konsentrasi rata-rata PM2.5 sebesar 27,8 mikrogram per meter kubik, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.
"Kota-kota tersebut mencatatkan peningkatan signifikan pada periode 2021-2025, menunjukkan melalui pencapaian nyata dalam tata kelola pertumbuhan, ekonomi dan perlindungan langit biru dapat berjalan beriringan serta mencapai hasil yang saling menguntungkan," ucap Li.




