Jakarta, tvOnenews.com - Harga emas batangan di Pegadaian terpantau bergerak melemah pada perdagangan Sabtu pagi. Berdasarkan pantauan dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS mengalami penurunan, sementara emas Galeri24 tercatat stabil. Koreksi harga ini terjadi di tengah aksi ambil untung investor, penguatan dolar AS, serta penyesuaian mengikuti pergerakan harga emas global.
Pada Sabtu (28/2/2026) pukul 08.25 WIB, harga emas UBS turun Rp3.000 menjadi Rp3.080.000 per gram. Sebelumnya, pada Jumat (27/2/2026) pagi, harga emas UBS masih berada di level Rp3.083.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 tidak mengalami perubahan dan bertahan di angka Rp3.065.000 per gram.Pegadaian menegaskan, harga emas UBS maupun Galeri24 dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar, permintaan domestik, serta kebijakan penyesuaian internal perusahaan.
Daftar Harga Emas Galeri24 di Pegadaian-
0,5 gram: Rp1.608.000
-
1 gram: Rp3.065.000
-
2 gram: Rp6.055.000
-
5 gram: Rp15.028.000
-
10 gram: Rp29.977.000
-
25 gram: Rp74.536.000
-
50 gram: Rp148.956.000
-
100 gram: Rp297.764.000
-
250 gram: Rp742.581.000
-
500 gram: Rp1.485.162.000
-
1.000 gram (1 kg): Rp2.970.323.000
Emas Galeri24 di Pegadaian dijual dengan pilihan kuantitas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau setara 1 kilogram.
Daftar Harga Emas UBS di Pegadaian-
0,5 gram: Rp1.664.000
-
1 gram: Rp3.080.000
-
2 gram: Rp6.112.000
-
5 gram: Rp15.101.000
-
10 gram: Rp30.043.000
-
25 gram: Rp74.961.000
-
50 gram: Rp149.614.000
-
100 gram: Rp299.109.000
-
250 gram: Rp747.551.000
-
500 gram: Rp1.493.349.000
Sementara itu, emas UBS di Pegadaian tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Penyebab Harga Emas Pegadaian TurunPenurunan harga emas Pegadaian tidak terlepas dari beberapa faktor utama. Salah satunya adalah aksi ambil untung atau profit taking oleh investor ritel setelah harga emas sempat berada di level tinggi. Kondisi ini meningkatkan pasokan emas di pasar dan menekan harga jual.
Selain itu, penguatan nilai tukar dolar AS turut memengaruhi harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar, penguatan mata uang tersebut membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli global sehingga permintaan menurun. Koreksi harga emas dunia juga berdampak langsung pada harga emas ritel di dalam negeri.
Faktor lain yang memengaruhi adalah kebijakan suku bunga tinggi di sejumlah negara. Suku bunga yang tinggi membuat instrumen berbasis imbal hasil seperti obligasi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga. Dari sisi internal, Pegadaian juga melakukan penyesuaian harga berdasarkan stok fisik dan dinamika permintaan pasar.




