WASHINGTON, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyerukan warga AS secepatnya tinggalkan Iran.
Seruan itu dilakukan setelah negosiasi nuklir antara AS-Iran tak menemukan kata sepakat.
Juga dengan meningkatnya pengerahan kekuatan militer AS besar-besaran di Timur Tengah.
Baca Juga: Reaksi Dubes Palestina Indonesia Gabung Board of Peace, Perjuangkan Otoritas Palestina di Gaza
Rubio mengumumkan pada Jumat (27/2/2026), bahwa Iran secara resmi telah ditetapkan sebagai “Negara Pendukung Penahanan Tidak Sah”.
Penetapan itu menuduh Iran menahan warga negara asing untuk mendapatkan keuntungan politik.
“Tak ada warga Amerika yang bepergian ke Iran untuk alasan apa pun,” ujar Rubio dikutip dari RT.
“Kami menegaskan seruan kami terhadap warga Amerika yang saat ini ada di Iran untuk secepatnya meninggalkan Iran,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan bahwa tindakan lebih lanjut dapat menyusul, termasuk potensi pembatasan penggunaan paspor AS untuk perjalanan ke atau melalui Iran.
Para pejabat AS menggambarkan langkah tersebut sebagai respons terhadap keluhan lama yang bermula dari krisis sandera tahun 1979.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : RT
- marco rubio
- iran
- amerika serikat
- warga as
- negosiasi nuklir
- negara pendukung penahanan tidak sah





