JAKARTA, KOMPAS.TV- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa sekolah terbengkalai adalah warisan masalah pemerintahan sebelum Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV Cindy Permadi pada Sabtu (28/2/2026).
“Ada yang bilang sekolah terbengkalai. Iya, itu adalah masalah dari dulu. Sekolah rusak, sekolah ada yang kurang baik,” kata Teddy.
Di samping itu, kata Teddy, harus diingat bahwa sekolah rusak, kurang baik, dan terbengkalai menjadi kewenangan dari pemerintah daerah.
“Anda harus ingat, sekolah itu adalah kewenangan dari pemerintah daerah. Aturannya seperti itu. Jadi, SMA itu kewenangan Gubernur, SD dan SMP itu kewenangan Bupati dan Wali kota,” jelas Teddy.
Baca Juga: KPK Sebut Tersangka Suap Bea Cukai Simpan Uang di Mobil Operasional yang Dibeli dari Hasil Korupsi
Namun, kata Teddy, justru di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekolah-sekolah rusak dan bermasalah tersebut ditanggulangi atau direnovasi
“Karena dari dulu sudah rusak dan bermasalah, tapi tidak tertanggulangi, kita renovasi. Faktanya, di tahun 2025 saja, sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi,” ungkap Teddy.
“Datanya ada, fotonya ada, Anda bisa cek. Dengan total anggaran sekitar Rp17 triliun. Diwadahi oleh Mendikdasmen.”
Teddy menambahkan, bahkan di pemerintahan Presiden Prabowo dunia pendidikan mendapatkan TV untuk pembelajaran digital di sekolah.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- seskab
- teddy indra wijaya
- sekolah terbengkalai
- seskab teddy indra wijaya
- sekolah terbengkalai era prabowo
- renovasi sekolah





