Antonio Guterres Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyerukan penghentian segera konflik antara Afghanistan dan Pakistan menyusul meningkatnya eskalasi kekerasan di wilayah perbatasan kedua negara.
Stephane Dujarric Juru bicara PBB mengatakan, seruan itu disampaikan Guterres pada, Jumat (27/2/2026), dalam pengarahan harian kepada media.
“Saya dapat menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal sangat prihatin terhadap meningkatnya kekerasan antara Afghanistan dan Pakistan serta dampaknya terhadap populasi sipil,” ujar Dujarric seperti dikutip Xinhua, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, Pimpinan PBB kembali menegaskan supaya kedua pihak menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomasi, bukan konfrontasi militer.
Selain situasi keamanan, PBB juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Afghanistan yang semakin rentan akibat konflik berkepanjangan.
Berdasarkan laporan badan kemanusiaan PBB, karena konflik bertahun-tahun, kemiskinan, serta bencana alam seperti kekeringan dan gempa bumi telah membuat hampir setengah populasi Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Dujarric memperingatkan, jumlah tersebut berpotensi meningkat kalau pertempuran terus berlanjut atau bahkan mengalami eskalasi.
“Jumlah itu akan bertambah jika pertempuran terus berlangsung atau meningkat,” katanya.
PBB juga kembali mengingatkan seluruh pihak yang terlibat konflik mematuhi hukum humaniter internasional, terutama kewajiban melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil dalam situasi konflik bersenjata.
“Kami terus menyerukan kepada semua pihak dalam konflik untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional, khususnya memastikan warga sipil serta infrastruktur sipil selalu terlindungi,” tandasnya.(bil/rid)




