EtIndonesia. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, mengatakan Iran telah setuju untuk melepaskan persediaan uranium yang diperkaya dan mengizinkan inspektur IAEA mengakses fasilitas nuklir untuk memverifikasi kepatuhan, menurut CBS.
Pengurangan uranium dan pengawasan internasional
Albusaidi mengatakan Teheran berkomitmen untuk “tidak akan pernah memiliki … material nuklir yang dapat digunakan untuk membuat bom,” menggambarkan langkah tersebut sebagai pencapaian besar.
Dia menyatakan persediaan yang ada akan diproses hingga tingkat terendah dan diubah menjadi bahan bakar, sehingga prosesnya tidak dapat dibalik.
Menteri tersebut menekankan bahwa Iran siap memberikan akses penuh kepada inspektur ke fasilitas nuklir.
“Tidak akan ada akumulasi, tidak ada penimbunan, dan verifikasi penuh,” katanya.
Posisi AS dan langkah selanjutnya
Pernyataan tersebut muncul ketika Presiden AS, Donald Trump terus mempertimbangkan opsi militer potensial.
Sebelum berangkat ke Texas, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa belum ada keputusan tentang penggunaan kekuatan yang dibuat dan menyatakan frustrasi dengan lambatnya dialog dengan Teheran.
Ketika ditanya tentang risiko serangan, Albusaidi mengatakan dia berharap serangan dapat dihindari dan bahwa kedua pihak membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan detailnya.
Konsultasi teknis dijadwalkan pada hari Senin di Wina, dan menteri luar negeri Oman berharap dapat segera bertemu dengan perwakilan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Sebelumnya, pada 26 Februari, komandan Timur Tengah AS, Brad Cooper menyampaikan kepada Trump kemungkinan skenario militer yang melibatkan Iran.
Inggris dan Amerika Serikat juga telah mulai mengevakuasi beberapa staf diplomatik dan anggota keluarga dari Iran dan Israel di tengah memburuknya kondisi keamanan di kawasan tersebut.(yn)





