jpnn.com, JAKARTA - Dokter Ayu Widyaningrum, M.M, Master of AAAM, Master of IBAMS., spesialis estetika medis dan pemilik Widya Esthetic Clinic kembali meraih tiga rekor MURI atas dedikasi, sekaligus jiwa sosialnya yang tinggi.
Sebelumnya, dr. Ayu meraih dua rekor MURI pada 13 November 2025 (nomor 12506 & 12507) untuk Pemilik Klinik Kecantikan dengan Penghargaan Terbanyak (237 penghargaan sejak 2018) dan Pemberian Terapi Sel Generatif Gratis Terbanyak (100 pasien).
BACA JUGA: Dua Rekor MURI Jadi Kado Spesial Dokter Ayu di Hari Kesehatan
Kini, dr. Ayu meraih Rekor Pemberian Filler Dagu kepada Peserta Terbanyak dalam Waktu Satu Hari, Pemberian Selimut Terbanyak kepada Anak Panti, dan Pemberian Sarung Terbanyak kepada Anak Yatim. Rekor MURI tersebut diterima dr. Ayu pada Jumat, 27 Februari 2026.
“Alhamdulillah dedikasi saya kembali meraih pengakuan. Sebenarnya Rekor MURI untuk Filler Dagu ini, saya ingin challenge diri saya sendiri untuk berusaha dan mendedikasikan keahlian saya untuk masyarakat atau pasien saya. Selain itu, saya harap Rekor MURI ini juga menginspirasi para teman sejawat untuk lebih meningkatkan skill dan kualitas diri,” ungkap dr. Ayu.
BACA JUGA: Memakai Batik Sasirangan, Dokter Ayu Bawa Nuansa Kalimantan ke Istana Negara
Dokter Ayu dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi, khususnya selama bulan Ramadan.
Dia terus konsisten mengadakan kegiatan berbagi, terutama dengan anak yatim dan panti, sebagai tradisi tahunan daripada sekadar gaya hidup sosialita.
BACA JUGA: Dokter Ayu Widyaningrum Tampil di Billboard Times Square NYC, Bangga
Maka tidak heran jika di bulan Ramadan tahun ini dia meraih Rekor MURI atas kedermawanan hatinya tersebut.
“Tentu saja ini bukan hal yang mudah, tetapi saya paham betul, masih banyak yang lebih bisa serta lebih mampu dibandingkan saya. Namun, saya harap ini bisa menjadi salah satu inspirasi bagi semua orang bahwa berbagi itu tidak harus menunggu rezekinya banyak dulu. Kita bisa mulai berbagi dari jumlah yang kecil. Saya ingat pertama kali saya berbagi itu awalnya untuk 200 orang, kemudian bertambah ke 500, 1.500, lalu 2.500, sampai Alhamdulillah di 3.500 orang,” jelasnya.
Baginya, Rekor MURI bukan sekedar pengakuan nasional atas semua dedikasi dan kerja kerasnya, tetapi juga inspirasi dan pelajaran hidup yang berharga bagi anak-anaknya.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk keluarga, tentunya suami dan anak-anak. Juga untuk ibu dan ayah saya atas didikan dan bimbingan mereka maka terbentuklah sosok saya yang sekarang. Apa yang mereka ajarkan menjadi cerminan luar biasa yang bisa saya wariskan kepada anak-anak saya. Tidak hanya bekerja keras, tapi juga adab dan bagaimana berbagi untuk sesama itu sangat penting," katanya.
"Dua rekor MURI untuk pembagian 3.000 selimut dan sarung ini merupakan contoh dan pelajaran dari saya untuk anak-anak agar nantinya bisa rutin mereka lakukan setiap tahun pada saat saya sudah tidak ada. Saya yakin anak-nak bisa menjadi sosok dokter yang lebih baik daripada saya. Saya ingin mereka,” tegas dr. Ayu.
Dia juga berharap semua penghargaan yang sudah ia menjadi salah satu inspirasi bagi orang-orang hebat di luar sana untuk terus berkarya untuk terus berprestasi di bidangnya masing-masing dan mempunyai manfaat yang luar biasa untuk masyarakat Indonesia. (rhs/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pria Mengaku Jenderal Mengamuk di SPBU, Brutal, Tiga Orang Dipukuli
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti




