EtIndonesia. Sebuah kecelakaan lalu lintas yang mengerikan terjadi di Gansu pada hari ketiga Tahun Baru Imlek. Sekitar 20 anggota sekeluarga sedang membakar kertas persembahan di jalan raya pada malam hari untuk berziarah kepada leluhur, ketika sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan menerobos ke tengah kerumunan, mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Seorang siswi SMA hingga kini masih menjalani perawatan di unit perawatan intensif (ICU).
Menurut laporan media daratan Tiongkok, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 pada 19 Februari, hari ketiga Tahun Baru Imlek. Keluarga Tuan Liu, berjumlah hampir 20 orang, sedang melakukan ritual membakar kertas persembahan di sebuah ruas jalan di Lanzhou, tepatnya di Yuzhong County, Gaoya Town. Tradisi ini telah dilakukan oleh keluarga mereka selama puluhan tahun.
Tuan Liu mengatakan, saat kejadian ada anggota keluarga yang berlutut membakar kertas persembahan, sementara yang lain berdiri di samping.
Beberapa orang bahkan menyalakan senter berlampu sangat terang untuk memberi isyarat kepada kendaraan yang melintas agar memperlambat laju dan menghindar. Namun, sebuah sedan tiba-tiba menerobos masuk ke kerumunan, menyebabkan korban yang sangat serius.
Seorang anggota keluarga mengenang bahwa kecelakaan itu terjadi begitu tiba-tiba, hanya dalam hitungan satu detik, sehingga orang-orang yang sedang berziarah sama sekali tidak memiliki waktu untuk menghindar.
Dalam insiden ini, dua orang meninggal dunia, masing-masing seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun dan seorang laki-laki berusia 24 tahun. Keduanya memiliki hubungan bibi dan keponakan, serta sama-sama anggota keluarga yang sedang mengikuti ritual. Tiga orang mengalami luka berat dan dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan darurat. Di antaranya terdapat seorang gadis berusia 19 tahun yang sedang duduk di kelas tiga SMA dan hingga kini masih dirawat di ICU. Selain itu, beberapa korban luka ringan juga menjalani perawatan lanjutan di berbagai rumah sakit.
Gambar yang beredar di internet menunjukkan bahwa kendaraan yang terlibat adalah sebuah sedan berwarna perak dengan plat nomor dari Kota Dingxi, Provinsi Gansu.
Petugas polisi lalu lintas yang menangani penyelidikan di lokasi menyampaikan kepada keluarga korban bahwa mobil yang terlibat tidak memiliki asuransi, sehingga kompensasi pasca kecelakaan berpotensi menjadi masalah besar.
Sesuai dengan peraturan yang berlaku, semua jenis jalan tidak memperbolehkan aktivitas yang menutup atau menguasai badan jalan. Kegiatan ritual seperti berziarah yang mengganggu keselamatan lalu lintas dianggap sebagai pelanggaran hukum.
Peristiwa ini memicu perdebatan publik. Banyak warganet Tiongkok menilai bahwa berziarah di jalan raya sangat berbahaya. Ada yang berkomentar, “Menghormati leluhur itu benar, tapi leluhur juga tidak ingin keturunannya berziarah di tempat berbahaya.”
Komentar lain menyebut, “Kalau ada sedikit saja kesadaran keselamatan, tragedi ini tidak akan terjadi,” serta, “Tempatnya begitu luas, tapi justru memilih jalan raya, lagi pula malam hari—cepat atau lambat pasti akan terjadi kecelakaan.”
Editor penanggung jawab: Wen Bin





