Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel

suara.com
7 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Israel melancarkan serangan udara ke Teheran, dan Iran membalas dengan serangan rudal langsung pada Sabtu, 28 Februari 2026.
  • Serangan balasan Iran memicu sirene di seluruh Israel, memaksa warga sipil mencari perlindungan di fasilitas bawah tanah.
  • Konflik meluas karena Iran juga menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut sebagai respons langsung.

Suara.com - Hanya berselang beberapa jam setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara dramatis ke ibu kota Iran, Teheran, Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat, pihak militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa Iran telah memulai serangan balasan langsung.

Pada Sabtu sore (28/2/2026), rentetan rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran teridentifikasi menuju wilayah kedaulatan Israel, memicu sirene peringatan di hampir seluruh penjuru negeri.

Dikutip dari Al Jazeera, laporan dari otoritas militer Israel menyebutkan bahwa sistem deteksi dini mereka telah menangkap pergerakan proyektil dalam jumlah besar yang melintasi ruang udara regional.

Raungan sirene terdengar mulai dari wilayah utara hingga ke pusat kota Tel Aviv dan Yerusalem, menciptakan kepanikan di kalangan warga sipil yang segera diperintahkan untuk memasuki bungker-bungker perlindungan bawah tanah.

Balasan Kilat Teheran yang Menakutkan

Kecepatan respons militer Iran ini mengejutkan banyak analis internasional.

Sebelumnya, juru bicara pemerintah Iran memang telah memberikan peringatan keras bahwa serangan balasan akan dilakukan secara "dahsyat" sebagai respons atas hantaman rudal Israel yang menyasar area dekat kantor Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu pagi.

Ancaman tersebut dipertegas oleh pernyataan Kepala Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, yang menegaskan bahwa pihak Barat dan Tel Aviv telah melakukan kesalahan perhitungan yang fatal.

"Kami sudah memperingatkan kalian. Tapi kalian memulai perjalanan yang tidak bisa kalian kendalikan," tulis Azizi melalui akun media sosialnya.

Baca Juga: Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB

Serangan rudal ini menandai konfrontasi langsung kedua negara yang paling intens dalam beberapa tahun terakhir. J

ika pada pertengahan tahun 2025 lalu ketegangan sempat mereda, serangan kali ini diprediksi akan jauh lebih destruktif mengingat keterlibatan aktif Amerika Serikat dalam operasi "pre-emptive" yang memicu kemarahan Teheran.

Israel dalam Kondisi Darurat Nasional

Menyusul teridentifikasinya rudal-rudal Iran, militer Israel langsung memberlakukan status siaga satu.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang sebelumnya mengumumkan keberhasilan serangan terhadap Iran, kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit dari risiko operasi tersebut.

Katz sebelumnya telah menyatakan: “Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel.”

Namun, ia juga telah mengantisipasi konsekuensi yang kini terjadi dengan menambahkan: “Akibatnya, serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.”

Kini, prediksi tersebut menjadi kenyataan. Di berbagai kota besar, operasional rumah sakit telah beralih sepenuhnya ke fasilitas bawah tanah.

Pasien-pasien di ruang ICU dan unit bedah dipindahkan dengan pengawalan ketat demi menghindari jatuhnya korban jiwa akibat hantaman rudal.

Otoritas penerbangan Israel juga telah menutup total ruang udara mereka, membatalkan seluruh jadwal penerbangan dan melarang warga mendekati area bandara internasional Ben Gurion.

Meluasnya Konflik dan Peran Amerika Serikat

Dunia kini menyoroti bagaimana sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome dan sistem Arrow, bekerja menahan gempuran rudal balistik Iran yang dikenal memiliki jangkauan jauh dan daya ledak tinggi. Di sisi lain, kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan tersebut menjadi faktor krusial.

AS telah mengerahkan armada besar, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah jet tempur canggih, untuk menekan program nuklir Iran.

Namun, serangan gabungan Sabtu pagi ke Iran justru menjadi pemicu bagi Teheran untuk menargetkan tidak hanya Israel, tetapi juga pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, hingga Yordania.

Kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang regional total semakin nyata. Jika rudal-rudal Iran berhasil menembus pertahanan udara Israel dan menimbulkan korban jiwa massal, maka dipastikan eskalasi ini akan menyeret lebih banyak aktor di Timur Tengah, termasuk kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan milisi di Irak yang didukung oleh Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Rilis Prediksi Cuaca Sulsel Sabtu 28 Februari 2026: Makassar dan 7 Daerah Ini Bakal Diguyur Hujan!
• 13 jam laluharianfajar
thumb
25% Investor Kripto RI Ada di Tokocrypto
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Geger! Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Kawasan Industri Karawang
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Indonesia Sesalkan Gagalnya Perundingan AS dan Iran, Prabowo Siap ke Teheran Fasilitasi Dialog
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Potret Bulan Ramadan di Kawasan Blok M, Kupu-kupu Malam Tetap Setia Tunggu Pelanggan
• 11 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.