Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Rotasi dan mutasi kembali bergulir di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), di mana sebanyak 54 perwira tinggi dan perwira menengah tercatat mengalami pergeseran jabatan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/II/KEP./2026 tertanggal 27 Februari 2026.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir mengatakan jika kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari langkah konsolidasi internal sekaligus penguatan organisasi dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan mekanisme yang sudah menjadi bagian dari sistem pembinaan karier di institusi kepolisian.
“Mutasi ini dilakukan secara terukur dan berdasarkan kebutuhan organisasi. Tujuannya untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Irjen Pol Johnny.
Dari total 54 personel yang dimutasi, tiga di antaranya masuk dalam kategori evaluasi atau demosi. Sebanyak 44 personel mendapatkan promosi maupun pergeseran setara (flat), sementara tujuh personel lainnya memasuki masa pensiun.
Sejumlah jabatan strategis di tingkat kewilayahan turut mengalami pergantian, termasuk posisi Kapolresta dan Kapolres di beberapa daerah.
Di tingkat Mabes, lanjutnya terdapat perwira tinggi yang dipercaya mengisi jabatan pada sektor penanganan tindak pidana korupsi serta penelitian dan pengembangan.
Rotasi juga mencakup pejabat berpangkat Irjen Pol, Brigjen Pol, Kombes Pol hingga AKBP. Pergeseran tersebut disebut sebagai bagian dari strategi pembinaan berjenjang untuk menjaga kesinambungan regenerasi kepemimpinan.
“Setiap anggota yang mendapat promosi tentu telah melalui proses penilaian kinerja dan rekam jejak yang komprehensif. Kami ingin memastikan bahwa yang bersangkutan siap menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” lanjut Johnny.
Polri menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari penguatan institusi agar semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan situasi keamanan nasional.
Johnny berharap para pejabat yang mendapatkan penugasan baru dapat segera menyesuaikan diri serta memperkuat koordinasi lintas satuan.
“Kami berharap seluruh pejabat yang dimutasi mampu menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa soliditas internal menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
“Organisasi yang kuat lahir dari kerja sama dan komitmen bersama. Karena itu, mutasi ini harus dipandang sebagai peluang untuk berkontribusi lebih luas bagi institusi dan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





