Penulis: Fityan
TVRINews-Teheran
Operasi Militer Skala Besar Berlangsung Saat Proses Diplomasi Sedang Berjalan
Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi serangan gabungan terhadap sasaran di Iran.
Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa "operasi tempur utama" sedang berlangsung, yang memicu respons balasan langsung dari Teheran terhadap basis militer AS dan wilayah Israel.
Gempuran di Tengah Jalur Diplomasi
Langkah militer ini memicu perdebatan sengit mengenai komitmen Washington terhadap solusi diplomatik.
Pasalnya, serangan terjadi justru saat Iran dan AS tengah berada dalam putaran negosiasi yang krusial.
Pola ini dinilai bukan pertama kalinya terjadi. Rekam jejak menunjukkan bahwa pada Juni tahun lalu, operasi serupa selama sepuluh hari diluncurkan hanya beberapa hari sebelum pembicaraan bilateral dijadwalkan.
(sumber: x.com/@GlobeEyeNews)
Kondisi ini memperkuat persepsi skeptis di pihak Iran mengenai keseriusan AS dalam mencapai kesepakatan damai.
"Diplomasi kembali terhenti akibat aksi militer yang terjadi saat proses negosiasi sedang diupayakan," tulis salah satu saluran komunikasi lokal di Iran, yang mencerminkan kekecewaan mendalam atas terulangnya pola serangan di tengah upaya meja perundingan.
Dampak Internasional dan Keamanan Warga Asing
Ketegangan yang meningkat ini langsung memicu reaksi dari komunitas internasional.
Kantor Luar Negeri Inggris (Foreign Office) secara resmi mengeluarkan peringatan darurat bagi warga negaranya yang berada di kawasan Teluk.
Warga Inggris di beberapa negara seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab diinstruksikan untuk segera mencari perlindungan dan tetap berada di dalam ruangan.
"Sehubungan dengan laporan serangan rudal, warga negara Inggris di wilayah terdampak harus segera berlindung di tempat, menghindari seluruh perjalanan, dan mematuhi instruksi dari otoritas setempat," demikian pernyataan resmi Pemerintah Inggris.
Analisis Geopolitik
Para pengamat menilai bahwa serangan ini kemungkinan besar akan memutus jalur komunikasi diplomatik antara Teheran dan Washington untuk waktu yang lama.
Dengan terjadinya serangan di tengah proses negosiasi untuk kedua kalinya, kepercayaan antar pihak berada pada titik terendah.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih sangat dinamis dengan laporan mengenai baku tembak rudal yang terus berlanjut di beberapa titik strategis.
Editor: Redaksi TVRINews




