REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Imbas serangan Israel, pemerintah Qatar menutup wilayah Udara. Qatar Airways menghentikan sementara seluruh penerbangan menuju dan dari Doha menyusul penutupan wilayah udara Qatar.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah negara Timur Tengah.
Maskapai menyatakan tengah berkoordinasi secara intensif dengan otoritas pemerintah serta para pemangku kepentingan terkait guna memastikan penanganan optimal bagi para penumpang yang terdampak. Operasional penerbangan akan kembali dijalankan setelah wilayah udara dinyatakan aman dan dibuka kembali.
“Keselamatan dan keamanan penumpang serta awak kabin tetap menjadi prioritas utama kami. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” demikian pernyataan resmi manajemen Qatar Airways seperti dikutip dari Assosiated Press.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Seiring penghentian sementara ini, maskapai memperkirakan akan terjadi penyesuaian jadwal dan potensi keterlambatan ketika layanan normal kembali beroperasi. Untuk membantu penumpang, Qatar Airways telah menambah personel layanan darat di Hamad International Airport serta sejumlah bandara utama lainnya.
"Penumpang diimbau untuk memantau perkembangan terbaru melalui situs resmi" tulis manajemen Qatar Airways.
Penutupan wilayah udara di sejumlah kawasan Timur Tengah dilaporkan terjadi sebagai langkah kehati-hatian di tengah dinamika geopolitik regional. Otoritas penerbangan setempat terus melakukan evaluasi situasi sebelum memutuskan pembukaan kembali jalur udara secara bertahap.