REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Oman yang telah menjadi mediator dalam beberapa putaran pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran baru-baru ini merasa kecewa dengan serangan Israel har ini. Dalam unggahan media sosial, Albusaidi mengatakan ia terkejut dengan serangan itu.
“Negosiasi yang aktif dan serius sekali lagi telah dirusak. Baik kepentingan Amerika Serikat maupun tujuan perdamaian global tidak terlayani dengan baik oleh hal ini. Dan saya berdoa untuk orang-orang tak berdosa yang akan menderita,” tambahnya.
Baca Juga
Perang Iran-Israel Memanas, Penerbangan dari Bali ke Dubai dan Doha Dibatalkan
Menjamin Konektivitas Mudik 2026 yang Aman
Korban Serangan Israel di Sekolah Putri Iran Terus Bertambah: 57 Syahid. 53 Tertimbun
“Saya mendesak Amerika Serikat untuk tidak semakin terlibat. Ini bukan perang Anda.”
Presiden Trump mengumumkan pada Sabtu pagi bahwa AS sedang melakukan operasi tempur besar-besaran di Iran. Sementara Israel mengatakan telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap negara tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Beberapa waktu lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran, sebuah kelompok kejam yang terdiri dari orang-orang yang sangat keras dan mengerikan," ujar Presiden AS Donald Trump.
"Aktivitas mengancamnya secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan kami di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia."