Ketika PSM Makassar Seolah di Ambang Kehilangan Jati Diri

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Kekalahan demi kekalahan kini bukan lagi sekadar hasil buruk bagi PSM Makassar. Ia telah berubah menjadi pola. Sebuah tanda bahwa ada sesuatu yang lebih dalam sedang retak di tubuh klub yang belum lama ini berdiri sebagai juara Liga 1.

Kembali pada persitiwa Rabu malam di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Hal itu menjadi bab terbaru dari kemunduran itu. PSM kembali tumbang, kali ini dari Persebaya Surabaya lewat gol tunggal Paulo Gali Freitas. Kekalahan tersebut bukan hanya memperpanjang tren negatif, tetapi menegaskan krisis yang semakin nyata.

Sepanjang 23 pertandingan musim ini, PSM telah menelan 10 kekalahan dan hanya mampu meraih lima kemenangan. Angka yang sulit diterima untuk tim yang dua musim lalu dielu-elukan sebagai simbol stabilitas dan kecerdasan manajemen klub di Indonesia. Statistik itu tidak sekadar buruk. Ia adalah alarm keras.

Masalah PSM hari ini bukan sekadar soal hasil pertandingan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah hilangnya arah permainan. Tim ini seperti berjalan tanpa identitas. Tidak lagi terlihat disiplin khas Juku Eja, tidak agresif dalam menekan, dan kehilangan efisiensi yang dahulu menjadi pembeda mereka dari klub lain.

Di lapangan, PSM tampak ragu dengan dirinya sendiri. Serangan dibangun lambat, transisi sering terputus, dan keputusan pemain di sepertiga akhir lapangan terasa gamang. Bola bergerak tanpa tujuan jelas. Para pemain seperti menunggu sesuatu yang tidak pernah datang.

Ironinya terasa semakin tajam ketika melihat lawan yang mereka hadapi. Persebaya justru menampilkan energi dan organisasi permainan yang dahulu identik dengan PSM. Intensitas tinggi, pressing berani, dan transisi cepat menjadi pembeda utama. Filosofi yang dulu membesarkan PSM kini seperti berpindah rumah.

Situasi ini tentu tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan pelatih Tomas Trucha. Ia datang dengan harapan membawa penyegaran taktik. Namun hingga pekan ke-23, perubahan yang terlihat belum menghasilkan stabilitas. Adaptasi memang membutuhkan waktu, tetapi kompetisi tidak memberi ruang tanpa batas.

Sepak bola profesional mengenal satu ukuran utama, yakni hasil. Ketika hasil tidak datang dalam jangka panjang, maka evaluasi bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Tiga kekalahan beruntun hanyalah puncak gunung es dari performa yang sejak awal musim tidak pernah benar-benar meyakinkan.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah bahasa tubuh tim. Kepercayaan diri pemain terlihat menurun. Koordinasi antarlini rapuh. Bahkan dalam situasi sederhana, PSM sering kehilangan fokus. Jika bukan karena penyelamatan penting kiper Reza Arya Pratama di beberapa laga, posisi mereka mungkin sudah lebih dekat dengan zona degradasi.

Klasemen tidak pernah berbohong. PSM kini tertahan di papan bawah dan hanya berjarak tipis dari zona merah. Dalam liga yang kompetitif, selisih beberapa poin dapat menguap dalam dua atau tiga pertandingan saja. Ancaman turun kasta bukan lagi retorika suporter yang emosional. Ia mulai menjadi kemungkinan matematis.

Di sinilah tanggung jawab terbesar justru berada pada manajemen klub. Selama beberapa musim, PSM dipuji karena pengelolaan yang stabil dan visi jangka panjang yang jelas. Namun musim ini memperlihatkan tanda kebingungan arah. Pergantian strategi tidak diiringi kesiapan struktur tim. Rekrutmen pemain belum sepenuhnya menjawab kebutuhan taktik. Dan yang paling terasa, respons terhadap penurunan performa berjalan lambat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejari Rejang Lebong Tingkatkan Dugaan Korupsi PDAM Tirta Bukit Kaba ke Tahap Penyidikan dan Periksa Mantan Direktur
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Saat Trump Klaim Operasi Tempur Besar di Iran untuk Lidungi Rakyat Amerika Serikat
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Arab Saudi Perketat Aturan Umrah Ramadhan 1447 H untuk Jamin Layanan Jamaah
• 1 jam lalupantau.com
thumb
3 Pangdam Lulusan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan Irjenad Letjen TNI Erwin Djatniko
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
11 Fakta AS dan Israel Serang Iran saat Ramadan
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.