Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pakistan mendeklarasikan perang terbuka terhadap Afghanistan akhir Februari 2026 dipicu oleh serangan TTP.
  • TTP didanai rutin oleh Taliban Afghanistan, serta melalui kriminalitas sistematis dalam negeri Pakistan.
  • Pendanaan TTP juga berasal dari donasi kedok lembaga sosial dan dugaan dukungan finansial dari India.

Suara.com - Eskalasi konflik di perbatasan Pakistan dan Afghanistan kini mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan.

Pada akhir Februari 2026, Pakistan secara resmi mendeklarasikan perang terbuka terhadap Afghanistan setelah serangkaian serangan udara menghantam Kabul dan Kandahar.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menegaskan bahwa situasi ini bukan lagi sekadar gesekan perbatasan biasa, melainkan konfrontasi militer penuh.

Di balik meledaknya perang ini, ada satu nama yang terus disebut sebagai pemicu utama: Tehreek-e-Taliban Pakistan atau TTP.

Berdasar keterangan yang telah Suara.com rangkum dari situs resmi United Nations Security Council, Afghanistan International, dan South Asia Terrorism Portal (SATP), TTP bukanlah pemain baru dalam peta konflik Asia Selatan.

Aliansi kelompok militan yang terbentuk sejak 2007 ini memiliki tujuan utama menggulingkan pemerintah Pakistan untuk mendirikan negara berdasarkan interpretasi hukum mereka sendiri.

Pakistan menuding rezim Taliban di Afghanistan memberikan perlindungan dan tempat aman bagi pejuang TTP untuk melancarkan serangan lintas batas.

Namun, menggerakkan organisasi sebesar TTP dengan estimasi 30.000 hingga 35.000 anggota tentu membutuhkan dana yang sangat besar. Pertanyaannya, dari mana aliran dana segar tersebut berasal?

Salah satu sumber pendanaan yang paling mencolok berasal dari "saudara" mereka sendiri. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Taliban Afghanistan memberikan dukungan finansial rutin kepada TTP.

Baca Juga: Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Aliran dana ini diperkirakan mencapai sekitar tiga juta Afghanis atau setara 43.000 USD setiap bulannya yang diberikan khusus untuk keluarga pemimpin TTP, Noor Wali Mehsud.

Uang ini diduga kuat digunakan untuk membeli persenjataan, membangun infrastruktur militer, hingga mengorganisir serangan mematikan ke wilayah Pakistan.

Selain dukungan dari negara tetangga, TTP sangat mahir memanfaatkan celah ilegal di dalam negeri Pakistan. Mereka menjalankan praktik kriminal sistematis mulai dari perampokan bank, penyelundupan kayu dan barang antik, hingga perdagangan narkoba seperti opium dan heroin melalui rute Karachi.

Belum lagi praktik penculikan pejabat sipil dan militer demi uang tebusan yang nilainya bisa mencapai jutaan dolar. Di wilayah suku-suku perbatasan, TTP bahkan sempat memberlakukan "pajak" paksa kepada pengusaha transportasi dan pemilik bisnis lokal untuk membiayai operasional mereka.

Taktik pendanaan TTP juga menyusup ke sektor sosial melalui organisasi amal dan non-profit (NPO) sebagai kedok.

Mereka menggunakan lembaga-lembaga seperti Al-Furqan Foundation dan Falah-e-Insaniat Foundation untuk mengumpulkan donasi dari masyarakat, terutama saat momen hari raya keagamaan atau bencana alam.

Masyarakat seringkali tertipu dan memberikan sumbangan atau kulit hewan kurban tanpa menyadari bahwa uang tersebut berakhir sebagai peluru di medan perang.

Pakistan juga membawa bukti ke ranah internasional mengenai keterlibatan aktor eksternal lain. Islamabad mengklaim memiliki bukti kuat bahwa India turut mendanai TTP melalui transaksi terselubung dengan perusahaan multinasional dan sistem Hawala.

Pakistan menduga setidaknya ada aliran dana sebesar 22 miliar Rupee yang didistribusikan ke berbagai kelompok teror termasuk TTP untuk menggoyang stabilitas keamanan mereka.

Dengan gurita pendanaan yang begitu luas, dari kriminalitas lokal hingga dukungan asing, TTP tetap menjadi biang kerok yang membuat perdamaian di tanah Pakistan dan Afghanistan terasa begitu jauh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unik! Shalat Subuh di Masjid Ini Berhadiah AC hingga Umroh
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Samsung Galaxy S26 Series Tidak Punya Magnet Bawaan, Tapi...
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Sinergi Pemkot Makassar dan Kepolisian, Polemik Pasar Butung Ditarget Tuntas Secara Hukum
• 36 menit laluterkini.id
thumb
Program MBG 3B Dimulai, Ibu Hamil dan Menyusui Jadi Prioritas
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Anak Muda Diajak Berperan dalam Rehabilitasi Mangrove dan Ketahanan Pesisir.
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.