- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan persiapan antisipasi dampak serangan AS-Israel terhadap stabilitas ibu kota.
- Ketegangan di Timur Tengah dikhawatirkan mengganggu ritme ekonomi Jakarta karena adanya potensi gangguan jalur distribusi logistik dunia.
- Pemprov DKI Jakarta akan intensif berkomunikasi dengan Forkopimda untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi potensi kenaikan harga barang.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan peringatan serius terkait dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran bagi stabilitas ibu kota.
Pramono menginstruksikan jajaran terkait untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan buruk yang bisa mengganggu ritme ekonomi warga Jakarta.
Ia menegaskan bahwa ketegangan bersenjata di Timur Tengah tersebut akan memberikan pengaruh nyata bagi Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Ya kami di DKI Jakarta, tadi saya juga menyampaikan, untuk tentunya berhati-hati," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026).
Mantan Sekretaris Kabinet tersebut menekankan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak demi menjaga keamanan.
Pramono merasa khawatir karena titik peperangan berada di area vital yang menjadi urat nadi distribusi logistik dunia.
"Karena bagaimanapun, perang itu pasti akan memberikan dampak, baik langsung maupun tidak langsung," imbuhnya.
Ia menyoroti secara spesifik keberadaan Selat Hormuz yang terancam menjadi zona panas pertempuran antarnegara tersebut.
"Apalagi ini kan, salah satu yang menjadi kekuatirannya adalah perangnya itu di jalur transportasi dunia, termasuk Selat Hormuz dan sebagainya," jelas Pramono.
Baca Juga: DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terhambatnya arus distribusi di Selat Hormuz diprediksi akan memicu gangguan besar pada rantai pasok barang-barang kebutuhan pokok.
"Kalau ada apa-apa, pasti akan menyebabkan kenaikan harga-harga dan juga menyebabkan supply chain-nya terganggu," tuturnya.
Di tengah ancaman krisis global tersebut, Pramono tetap optimistis stabilitas Jakarta bisa terjaga melalui kerja sama dengan unsur Forkopimda.
Ia bersyukur koordinasi dengan Pangdam dan Kapolda sejauh ini berjalan sangat harmonis untuk mengawal keamanan warga.
"Jadi sekali lagi, saya bersyukur untuk Jakarta kita tetap jaga bersama," pungkasnya.




