Penulis: Ikhsan
TVRINews, Kabupaten Lombok Tenga
Hujan lebat yang terjadi sejak Selasa, 24 Februari 2026 lalu telah mengakibatkan banjir di sejumlah titik di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok bagian selatan. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan, penanganan banjir harus bersifat menyeluruh, tidak hanya fokus pada satu faktor penyebab.
Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus juru bicara pemerintah provinsi, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa banjir dipicu hujan ekstrem yang menyebabkan limpasan dari wilayah hulu di luar KEK Mandalika.
Material sedimen dan aliran air dari daerah tangkapan ini meningkatkan debit di hilir, sehingga kawasan Mandalika ikut terdampak.
“Peristiwa ini menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk mengevaluasi sistem mitigasi yang ada. Pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota akan membangun mekanisme mitigasi terpadu, mencakup pengelolaan daerah tangkapan air, tata air kawasan, dan kontrol perubahan kontur lahan,” jelas Ahsanul Khalik, Sabtu, 28 Februari 2026.
Selain memperkuat infrastruktur, Pemprov NTB menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem jangka panjang, termasuk perlindungan wilayah hulu dan penataan aliran air yang terstruktur.
Tujuannya adalah meminimalkan risiko banjir sekaligus memastikan keberlanjutan sektor pariwisata.
Pemerintah provinsi juga menyampaikan permohonan maaf kepada wisatawan dan masyarakat atas gangguan akibat cuaca ekstrem. Penanganan banjir, menurut Ahsanul Khalik, harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat.
“Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi membangun ketangguhan bersama. Mandalika harus tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal ini, ITDC, sebagai pengelola KEK Mandalika, menegaskan bahwa kawasan telah dilengkapi sistem mitigasi hidrometeorologi, seperti drainase terintegrasi, kolam retensi, konsep eco-drainage, serta prosedur tanggap darurat.
Semua pembangunan dijalankan berdasarkan kajian lingkungan, RKL–RPL, dan pengawasan Design Committee yang melibatkan pemerintah dan akademisi.
PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, menyatakan bahwa pengembangan kawasan selalu mengacu pada prinsip tata kelola yang baik, keberlanjutan lingkungan, dan kepatuhan regulasi.
ITDC berkomitmen berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan KEK Mandalika berkembang secara terintegrasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Secara teknis, ITDC juga bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I untuk mempercepat normalisasi aliran air dan membersihkan sedimentasi menggunakan alat berat, sekaligus melakukan evaluasi kapasitas drainase eksisting sebagai bagian dari penguatan pengendalian banjir.
Editor: Redaksi TVRINews





