jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai serangan militer Israel ke Iran berpotensi menimbulkan konsekuensi serius, baik dari sisi geopolitik kawasan.
"Juga dampak ekonomi global, termasuk bagi Indonesia," ungkap TB Hasanuddin dikutip, Sabtu (28/2).
BACA JUGA: Australia Dukung Rakyat Iran Menggulingkan Rezim Republik Islam
Menurut TB Hasanuddin, serangan terbuka ini akan makin memanaskan situasi di Timur Tengah dan berpotensi memundurkan upaya meredakan ketegangan di Gaza oleh BoP.
Israel sebagai aliansi Amerika Serikat di kawasan juga memunculkan pertanyaan besar terkait arah dan kepentingan geopolitik yang lebih luas.
BACA JUGA: Kedubes Iran di Jakarta Dorong Pemerintah & Rakyat Indonesia Kecam AS-Zionis Israel
“Situasi ini tentu akan berdampak pada stabilitas kawasan termasuk juga negara-negara di kawasan lain tentunya memantau situasi di Iran dalam suasana was-was yang berpotensi kontraproduktif” ujar TB Hasanuddin.
Dia juga menilai sulit untuk percaya bahwa ada ketulusan mendamaikan Palestina.
“Dari kejadian ini, masyarakat harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu memiliki niat sungguh-sungguh untuk mendamaikan Palestina. Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas,” tegasnya.
TB Hasanuddin menambahkan kondisi tersebut membuat publik makin meragukan misi perdamaian yang diklaim melalui BoP.
“Publik menjadi makin tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi tulus untuk perdamaian, jika yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain,” lanjutnya.
Selain dampak geopolitik, ia juga menyoroti potensi gangguan terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya di sektor energi.
Dua pekan lalu, Iran sempat menggertak dengan menutup Selat Hormuz jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia meski hanya berlangsung beberapa jam.
“Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata. Jika itu terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam. Ini akan berdampak serius bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak,” jelasnya.
Terkait hal tersebut, TB Hasanuddin meminta Pemerintah Indonesia segera menentukan sikap yang jelas, tegas, dan lugas terhadap invasi Israel bersama-sama Amerika Serikat ke Iran, sesuai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia.
“Presiden atau Menteri Luar Negeri harus segera menyampaikan posisi resmi Indonesia. Apalagi pemerintah kita sudah berpartisipasi jauh dalam isu Timur Tengah melalui partisipasi BoP" pungkas TB Hasanuddin.
Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.
Dua suara ledakan keras yang diikuti dua kepulan asap tebal, seperti dilansir AFP, Sabtu (28/2/2026), terlihat di langit di wilayah pusat dan timur Teheran pada Sabtu (28/2) pagi.
Kantor berita Iran, Fars, dalam laporannya menyebut ledakan itu dipicu oleh serangan rudal.
"Jenis ledakan tersebut menunjukkan bahwa ini merupakan serangan rudal," sebut kantor berita Fars, tanpa memberikan informasi lebih detail.(mcr10/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




