JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menerima aduan aktivis Yenny Rosa Damayanti dari Himpunan Jiwa Sehat, soal dugaan praktik tidak manusiawi terhadap penyandang disabilitas mental di sejumlah panti sosial.
Yenny datang bersama sejumlah korban yang disebutnya sebagai the invisible people, kelompok rentan yang selama ini hidup di balik tembok ribuan panti sosial dan luput dari perhatian publik.
Dalam paparannya, Yenny mengungkap temuan hampir 20.000 panti sosial, mayoritas berada di Pulau Jawa, yang terindikasi menjalankan praktik tidak manusiawi.
Baca Juga: DPR Minta Bapanas Segera Salurkan Bansos Beras dan Minyak Goreng Februari-Maret
“Di sejumlah tempat, kami menemukan penghuni dipasung dan dirantai. Makanan tidak layak. Bahkan ada yang hanya dimandikan sebulan sekali, menggunakan sabun deterjen,” kata Yenny dalam pertamuan di Kantor Kemensos, Jumat (27/2/2026).
Ia menilai kondisi tersebut merupakan ironi, karena panti sosial yang seharusnya menjadi ruang pemulihan justru berubah menjadi ruang penderitaan.
Selain itu, ditemukan pula pungutan biaya kepada keluarga penghuni, berkisar Rp250.000 hingga Rp2.500.000 per bulan, meski layanan yang diberikan jauh dari standar.
Baca Juga: Kemkomdigi Luncurkan DARA, Layanan Konsultasi Atasi Kecanduan Gim Anak
“Sebagian panti tetap menarik bayaran, tapi perlakuannya tidak manusiawi,” ujarnya dikutip dari lamam resmi Kemensos.
Menurut Yenny, laporan mengenai praktik tersebut telah disampaikan sejak 2016, namun belum mendapat respons memadai.
“Kami sudah berkali-kali melaporkan sejak 2016. Harapan kami, sekarang ada langkah nyata,” ucapnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber :
- menteri sosial
- gus ipul
- saifullah yusuf
- panti sosial
- praktik pemasungan
- gangguan mental




