Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Kuwait
Bandara Internasional Kuwait menjadi sasaran serangan drone yang mengakibatkan sejumlah karyawan mengalami luka ringan serta kerusakan terbatas pada salah satu terminal.
Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait melalui Directorate General of Civil Aviation Kuwait menyatakan serangan tersebut menimbulkan kerusakan pada Terminal 1. Meski demikian, kondisi di lokasi disebut telah sepenuhnya terkendali.
“Situasi berada di bawah kendali penuh otoritas terkait di negara ini, dan keselamatan penumpang serta pekerja menjadi prioritas utama,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan melalui platform X-nya dari tvrinews.com, Sabtu, 28 Februari 2026.
Sementara itu, Juru Bicara Otoritas Penerbangan Sipil Abdullah Al-Rajhi yang menyebut prosedur darurat langsung diterapkan begitu insiden terjadi. Petugas segera menangani lokasi dan mengamankan area terdampak.
Al-Rajhi menegaskan situasi tetap terkendali dan operasional bandara dipantau secara ketat untuk memastikan keamanan penumpang maupun pegawai.
Hingga kini, otoritas belum menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Namun, insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, setelah Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Timur Tengah sebagai respons atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengonfirmasi operasi tempur utama terhadap Iran sedang berlangsung.
Langkah itu memicu kecaman dari Teheran yang menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan berjanji akan memberikan balasan tegas.
Situasi keamanan di kawasan Teluk kini berada dalam pengawasan ketat, seiring meningkatnya kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.
Editor: Redaksi TVRINews





