Akses Komunikasi Terputus, Warga Teheran Panik

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Teheran

Lumpuhnya jaringan internet menghambat evakuasi warga saat antrean panjang kendaraan memadati stasiun pengisian bahan bakar

Suasana mencekam menyelimuti ibu kota Iran dan sejumlah kota besar lainnya menyusul laporan serangkaian ledakan hebat yang terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.40 waktu setempat.

Serangan yang diduga melibatkan kekuatan militer asing ini memicu kepanikan massal sekaligus memunculkan reaksi beragam dari masyarakat sipil yang telah lama hidup di bawah tekanan politik.

Laporan lapangan menunjukkan kepulan asap terlihat di beberapa titik strategis, termasuk wilayah yang berdekatan dengan kompleks kediaman pemimpin tertinggi. 

Di jalanan Teheran, antrean panjang kendaraan memadati stasiun pengisian bahan bakar, sementara sebagian warga mulai mengungsi ke wilayah utara dekat Laut Kaspia demi mencari perlindungan.

Respons Masyarakat: Ketakutan vs Harapan 

Meskipun suasana dipenuhi kecemasan, terdapat narasi kontradiktif yang berkembang di akar rumput. 

Di satu sisi, banyak warga yang merasa trauma dengan bayang-bayang perang. Namun, di sisi lain, sebagian kelompok masyarakat justru menunjukkan ekspresi yang mengejutkan.

Sebuah laporan dari BBC Persian menyoroti adanya faksi masyarakat yang memandang intervensi militer ini sebagai peluang bagi keruntuhan sistem pemerintahan saat ini.

"Jika saya harus gugur, jangan lupakan bahwa kami ada mereka yang menolak serangan namun terjepit sebagai angka dalam statistik kematian," tulis seorang warga dalam pesan singkat di media sosial sebelum akses internet diputus total oleh otoritas setempat.

Krisis Informasi dan Dugaan Korban Sipil 

Hambatan utama saat ini adalah pemutusan akses komunikasi global di seluruh penjuru Iran. 

Beberapa penduduk berhasil mengirimkan kabar melalui jaringan satelit terbatas, melaporkan adanya kehadiran personel keamanan dalam jumlah besar di pusat-pusat kota.

Sentimen publik kini berada di titik kritis, terutama setelah munculnya laporan yang belum terverifikasi mengenai jatuhnya korban jiwa di sebuah fasilitas pendidikan di Minab. 

Meski media pemerintah menuding serangan udara Israel sebagai penyebabnya, banyak warga bersikap skeptis terhadap narasi resmi tersebut.

"Sekalipun pemerintah tidak menargetkan sekolah secara langsung, keselamatan anak-anak kami tetap menjadi tanggung jawab negara yang gagal menyediakan perlindungan dan peringatan dini," ujar seorang warga melalui kanal komunikasi Starlink.

Konflik yang Memuncak 

Eskalasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Kelompok pro-pemerintah yang diwawancarai oleh BBC Newshour menyatakan bahwa rutinitas harian mereka hancur seketika saat jet tempur mulai melintas di langit Teheran.

"Ini awalnya hari yang normal bagi anak-anak kami yang bersekolah, sampai serangan dimulai. 

Kami harus bergegas menjemput mereka di tengah situasi yang sangat tegang," ungkap salah satu pendukung pemerintah.

Saat ini, dunia internasional terus memantau perkembangan di Teheran. 

Dengan matinya akses informasi primer dari dalam negeri, kekhawatiran akan terjadinya krisis kemanusiaan yang lebih besar semakin nyata, sementara rakyat Iran kini hanya bisa menunggu kepastian akan masa depan mereka di bawah bayang-bayang mesiu.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakasad Letjen TNI Saleh Mustafa Beri Motivasi Komandan Teritorial Pembangunan di Mabesad
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Bendahara Bandar Narkoba Koh Erwin Ditangkap, Perannya Terima Uang Penjualan Narkotika dari Istri Polisi
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Ada Perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng Sore Ini, Pengalihan Lalin Situasional
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Dinar Candy Gelar Lomba Hafalan Surah Pendek, Hadiahnya Umrah!
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
KEN Direvisi, Target EBT 2030 Turun Jadi 19-22%
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.