- Guru Besar UI menyarankan Indonesia mengutuk serangan AS dan Israel terhadap Iran karena melanggar Piagam PBB.
- Indonesia dapat meminta Dewan Keamanan PBB bersidang darurat dan menyusun Resolusi Majelis Umum mengecam Israel.
- Indonesia juga perlu meminta Donald Trump selaku Ketua BoP untuk segera mengadakan rapat penghentian serangan tersebut.
Suara.com - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai Indonesia seharusnya mengambil langkah politik di tengah perseteruan antara Israel bersama Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Menurut dia, Indonesia seharusnya mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran pada pagi ini. Sebab, Hikmahanto menilai serangan itu sebagai pelanggaran Piagam PBB.
“Menurut saya secara politik Indonesia harus mengambil langkah mengutuk serangan Israel yang memulai perang ini karena tidak sesuai dengan Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB yang menentukan negara wajin menahan diri utk menggunakan kekerasan terhadap teritorial integritas wilayah negara lain,” kata Hikmahanto kepada Suara.com, Sabtu (28/2/2026).
Selain itu, Indonesia disebut juga bisa meminta AS untuk menahan diri dalam keterlibatannya pada serangan Israel.
“Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB untuk melakukan sidang darurat atas serangan Israel,” ujar Hikmahanto.
Lebih lanjut, dia menilai Indonesia perlu menyusun Resolusi Majelis Umum untuk mengutuk tindakan Israel yang melakukan serangan terhadap Iran.
Kemudian, dia juga menganggap bahwa Indonesia bisa mengambil peran penting sebagai anggota Board of Peace (BoP) besutan Presiden AS Donald Trump bersama Israel.
“Indonesia meminta Chairman BoP Donald Trump agar segera mengembil tindakan dan melakukan rapat darurat BoP guna pembahasan penghentian serangan,” tandas Hikmahanto.
Sebelumnya diwartakan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi waktu setempat melancarkan serangan militer ke Iran. Sejumlah ledakan terdengar di Teheran, ibu kota negeri Persia tersebut.
Baca Juga: Ada Kendaraan Tempur AS 'Ngetem', Negara-Negara Timur Tengah Ikut Kecipratan Rudal Iran
Dilansir dari Al Jazeera, beberapa rudal menghantam beberapa jalan utama di Teheran. Menurut kantor berita AP, beberapa ledakan terdengar di dekat kantor Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin Iran.
Selain itu ledakan juga terjadi di utara Teheran, di area Seyyed Khandan.
Pejabat militer AS mengatakan serangan itu merupakan operasi bersama Israel dan AS. Dua negara mengerahkan pesawat tempur dalam jumlah besar, kapal perang termasuk dua kapal induk milik Pentagon.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan operasi itu merupakan preemptive attack yang dilancarkan untuk "memusnahkan ancaman terhadap negara Israel."
Sementara itu raungan sirene juga terdengar di Israel. Warga Israel diminta untuk waspada dan berjaga-jaga, khawatir Iran akan melakukan serangan balasan seperti yang sebelumnya terjadi pada pertengahan tahun 2025 lalu.
Otoritas penerbangan sipil Israel juga mengumumkan menutup wilayah udaranya untuk pesawat-pesawat penumpang. Warga juga dilarang untuk datang ke bandara.




