Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kerajaan Arab Saudi mengecam keras serangan bersenjata yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) di beberapa kota di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 hari ini. Hal tersebut, dikutip melalui akun X resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Di mana, pernyataan tersebut juga menegaskan solidaritas Arab Saudi terhadap kedaulatan sejumlah negara di kawasan Teluk.
Selain itu, pernyataan itu menyoroti pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania.
“Kerajaan menegaskan solidaritas penuh dan dukungan yang tak tergoyahkan kepada negara-negara saudara tersebut, serta kesiapan untuk mengerahkan seluruh kemampuannya guna mendukung setiap langkah yang mungkin mereka ambil,” kutip laman akun tersebut.
Selain itu, Arab Saudi memperingatkan konsekuensi serius yang dapat muncul akibat pelanggaran kedaulatan dan prinsip-prinsip hukum internasional yang terus berlangsung.
Kerajaan juga menyerukan kepada komunitas internasional agar mengecam serangan Iran dan mengambil langkah tegas guna menjaga stabilitas kawasan.
“Kerajaan Arab Saudi menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengecam serangan-serangan terang-terangan ini dan mengambil semua langkah tegas yang diperlukan guna menghadapi pelanggaran-pelanggaran Iran yang merongrong keamanan dan stabilitas kawasan,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, eskalasi militer di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi serangan gabungan terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa operasi tempur utama sedang berlangsung. Pernyataan tersebut memicu respons balasan dari Teheran terhadap basis militer AS serta wilayah Israel.
Akibat kejadian tersebut, Pemerintah Iran mengecam serangan sebagai pelanggaran kedaulatan dan berjanji akan memberikan respons yang tegas. Beberapa laporan awal menyebutkan kemungkinan serangan balasan dari Iran menyusul insiden ini.
Editor: Redaksi TVRINews




