EtIndonesia. Militer Amerika Serikat dan Israel bersama-sama melancarkan “major combat operations” atau operasi serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Presiden Trump kemudian menyampaikan pernyataan yang merinci berbagai tindakan brutal rezim Iran. Presiden menegaskan bahwa operasi ini menyampaikan satu pesan yang sangat sederhana, yaitu bahwa Iran tidak boleh dan tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Trump juga mengatakan kepada rakyat Iran agar, setelah tindakan Amerika ini, memanfaatkan satu-satunya kesempatan dalam beberapa generasi untuk mengambil alih pemerintahan Iran.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan segera membuat rezim Iran menyadari bahwa “tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan daya hancur Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.”
Presiden juga menyerukan kepada angkatan bersenjata dan kepolisian Iran agar meletakkan senjata mereka, jika tidak maka mereka akan menghadapi kematian.
Kepada rakyat Iran, Trump mengatakan bahwa saat kebebasan mereka akan segera tiba. Setelah misi Amerika selesai, rakyat Iran akan mengambil alih pemerintahan Iran, “ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian dalam beberapa generasi.” Presiden mendesak rakyat Iran untuk mengendalikan nasib mereka sendiri, segera bertindak, dan jangan sampai melewatkan kesempatan langka ini.
Berikut pernyataan Lengkap Donald Trump :
Beberapa waktu lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang bersifat segera dari rezim Iran—sebuah kelompok yang kejam dan brutal. Aktivitas mengancam mereka secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan-pangkalan kami di luar negeri, serta sekutu-sekutu kami di seluruh dunia.
Selama 47 tahun, rezim Iran meneriakkan “Matilah Amerika” dan melancarkan kampanye pertumpahan darah serta pembunuhan massal tanpa henti, yang menyasar Amerika Serikat, pasukan kami, dan warga tak berdosa di banyak negara. Salah satu tindakan awal rezim tersebut adalah mendukung pengambilalihan secara paksa Kedutaan Besar AS di Teheran dan menyandera puluhan warga Amerika selama 444 hari. Pada 1983, proksi Iran melakukan pengeboman barak Marinir di Beirut yang menewaskan 241 personel militer Amerika.
Pada tahun 2000, mereka mengetahui dan kemungkinan terlibat dalam serangan terhadap kapal perusak USS Cole. Banyak korban tewas. Pasukan Iran membunuh dan melukai ratusan prajurit Amerika di Irak. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok-kelompok proksi rezim terus melancarkan serangan tak terhitung jumlahnya terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah, serta terhadap kapal Angkatan Laut AS, kapal dagang, dan jalur pelayaran internasional. Ini adalah teror berskala besar, dan kami tidak akan lagi mentoleransinya.
Dari Lebanon hingga Yaman, serta dari Suriah hingga Irak, rezim tersebut mempersenjatai, melatih, dan mendanai milisi teroris yang menumpahkan darah di berbagai wilayah. Proksi Iran, Hamas, melancarkan serangan brutal pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, menewaskan lebih dari 1.000 warga tak berdosa, termasuk 46 warga Amerika, serta menyandera 12 warga negara kami. Itu adalah kebrutalan yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya.
Iran adalah sponsor terorisme nomor satu di dunia, dan belum lama ini membunuh puluhan ribu warganya sendiri di jalanan saat mereka melakukan protes. Kebijakan Amerika Serikat—khususnya pemerintahan saya—selalu jelas: rezim teroris ini tidak boleh dan tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Saya tegaskan kembali, mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Itulah sebabnya pada Operasi Midnight Hammer Juni lalu, kami menghancurkan program nuklir rezim tersebut di Fordo, Natanz, dan Isfahan.
Setelah serangan itu, kami memperingatkan mereka agar tidak pernah lagi melanjutkan ambisi jahat untuk memperoleh senjata nuklir, dan kami berulang kali berupaya mencapai kesepakatan. Kami mencoba. Mereka sempat ingin, lalu tidak ingin, kemudian ingin lagi, lalu tidak ingin lagi. Mereka bahkan tidak tahu apa yang terjadi. Mereka hanya ingin terus berbuat jahat. Namun Iran menolak, sebagaimana telah mereka lakukan selama puluhan tahun.
Mereka menolak setiap kesempatan untuk meninggalkan ambisi nuklirnya, dan kami tidak bisa lagi mentoleransinya. Sebaliknya, mereka berupaya membangun kembali program nuklir dan terus mengembangkan rudal jarak jauh yang kini dapat mengancam sahabat dan sekutu kami di Eropa, pasukan kami yang ditempatkan di luar negeri, dan bahkan segera dapat menjangkau daratan Amerika. Bayangkan betapa beraninya rezim ini jika benar-benar memiliki dan dipersenjatai dengan senjata nuklir untuk menyampaikan pesan mereka.
Dengan alasan-alasan ini, militer Amerika Serikat tengah menjalankan operasi besar dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional utama kami. Kami akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah. Industri itu akan kembali dimusnahkan sepenuhnya.
Kami akan melumpuhkan angkatan laut mereka. Kami akan memastikan bahwa proksi-proksi teroris di kawasan itu tidak lagi dapat mengacaukan stabilitas kawasan maupun dunia, tidak lagi menyerang pasukan kami, dan tidak lagi menggunakan alat peledak rakitan (IED) atau bom pinggir jalan untuk melukai parah dan membunuh ribuan orang, termasuk banyak warga Amerika.
Dan kami akan memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Pesannya sangat sederhana: mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Rezim ini akan segera memahami bahwa tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan keperkasaan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Saya membangun dan membangun kembali militer kami pada masa pemerintahan pertama saya, dan tidak ada militer di dunia yang mendekati kekuatan, daya, maupun kecanggihannya.
Pemerintahan saya mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS di kawasan tersebut. Meski demikian—dan saya tidak menyatakan ini dengan ringan—rezim Iran memang berniat membunuh. Nyawa para pahlawan Amerika yang pemberani bisa saja hilang, dan kita mungkin mengalami korban. Itu sering terjadi dalam perang.
Namun kami melakukan ini bukan demi hari ini, melainkan demi masa depan. Ini adalah misi yang mulia. Kami mendoakan setiap prajurit yang dengan tanpa pamrih mempertaruhkan nyawa mereka agar rakyat Amerika dan anak cucu kami tidak pernah terancam oleh Iran yang bersenjata nuklir. Kami memohon kepada Tuhan agar melindungi semua pahlawan kami yang berada dalam bahaya. Dan kami percaya, dengan pertolongan-Nya, para pria dan wanita Angkatan Bersenjata akan menang. Kami memiliki yang terbaik di dunia, dan mereka akan menang.
Kepada anggota Garda Revolusi Islam, angkatan bersenjata, dan seluruh aparat kepolisian, saya katakan malam ini: Anda harus meletakkan senjata dan akan diberikan kekebalan penuh. Jika tidak, Anda akan menghadapi kematian yang pasti. Jadi letakkan senjata Anda. Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan penuh, atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti.
Terakhir, kepada rakyat Iran yang besar dan bangga, saya katakan malam ini: saat kebebasan Anda telah tiba. Tetaplah berlindung. Jangan keluar rumah. Situasi di luar sangat berbahaya. Bom akan berjatuhan di berbagai tempat. Ketika kami selesai, ambillah alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda selama beberapa generasi.
Selama bertahun-tahun Anda meminta bantuan Amerika, tetapi tidak pernah mendapatkannya. Tidak ada presiden yang bersedia melakukan apa yang bersedia saya lakukan malam ini. Kini Anda memiliki seorang presiden yang memberikan apa yang Anda inginkan.
Mari kita lihat bagaimana Anda merespons. Amerika mendukung Anda dengan kekuatan yang luar biasa dan daya hancur yang dahsyat. Inilah saatnya untuk mengendalikan takdir Anda sendiri dan mewujudkan masa depan yang makmur dan gemilang yang sudah begitu dekat dalam jangkauan Anda. Inilah saatnya untuk bertindak. Jangan sia-siakan kesempatan ini.
Semoga Tuhan memberkati para pria dan wanita pemberani Angkatan Bersenjata Amerika. Semoga Tuhan memberkati Amerika Serikat. Semoga Tuhan memberkati Anda semua. Terima kasih. (***)





