Saudara, Allah memerintahkan kita untuk beramal dan berusaha atas segala sesuatu yang ingin kita wujudkan. Amal adalah penggunaan daya dan ikhtiar.
Namun, agama dan moral tidak hanya menuntut kita untuk beramal, melainkan beramal saleh—amal yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, serta selaras dengan nilai-nilai yang ditetapkan Allah SWT.
Dalam konteks rezeki, Allah menegaskan bahwa rezeki berada di tangan-Nya. Namun sebelum berserah diri, kita diperintahkan untuk berusaha terlebih dahulu.
Baca Juga :
Perjalanan Motivasi Nazwa, Mengubah Hidup Lewat Al-Qur'anDikisahkan, seseorang datang kepada Nabi tanpa mengikat untanya. Saat ditanya, ia menjawab bahwa dirinya bertawakal kepada Allah. Nabi pun bersabda, “Ikatlah terlebih dahulu, kemudian bertawakallah.”
Saudara, rezeki memang dijamin Allah, tetapi jaminan itu bukan tanpa ikhtiar. Kita bukan anak kecil yang disuapi, melainkan hamba yang diperintahkan untuk berusaha, lalu berserah diri kepada-Nya. Rezeki telah ditentukan waktunya, tidak akan tertukar, dan tidak akan tertinggal.
Mari kita terus berusaha dengan sungguh-sungguh, dan setelahnya bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT.




