Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC meluncurkan gelombang pertama serangan roket, rudal, dan pesawat nirawak ke arah Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 16.58 WIB sebagai tanggapan atas agresi yang disebut dilakukan rezim Zionis terhadap Iran.
Serangan tersebut dikonfirmasi langsung oleh IRGC dalam pernyataan resmi yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Iran pada hari yang sama.
Dalam pernyataannya, IRGC menyampaikan, "Sebagai tanggapan terhadap agresi musuh yang licik terhadap Iran, gelombang pertama serangan rudal dan pesawat tak berawak ke arah Israel telah dimulai," ungkapnya.
IRGC menambahkan bahwa Teheran telah meluncurkan sejumlah rudal dan pesawat nirawak Unmanned Aerial Vehicle atau UAV ke wilayah Israel sebagai bagian dari operasi tersebut.
Pernyataan Resmi dan Respons IranTeheran menyatakan langkah tersebut diambil sebagai respons atas serangan yang sebelumnya dilancarkan terhadap wilayahnya.
Berdasarkan laporan Al Jazeera yang mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, Iran tidak lagi dapat menerima tindakan Amerika Serikat dan Israel setelah keduanya menyerang Teheran.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa tindakan militer ini merupakan bentuk pembalasan atas serangan yang dianggap melanggar kedaulatan Iran.
Latar Belakang dan Kesiapan MiliterSebelumnya, sejumlah pesawat nirawak terlihat dalam latihan militer di lokasi yang dirahasiakan di Iran berdasarkan gambar selebaran yang diperoleh pada 24 Agustus 2022 dari Tentara Iran melalui WANA dan Reuters.
Latihan tersebut menunjukkan kesiapan militer Iran dalam mengoperasikan drone sebagai bagian dari strategi pertahanan dan serangan jarak jauh.
Konflik ini berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, sementara belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait serangan tersebut.



