Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan pertamanya setelah negaranya menyerang Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Netanyahu mengatakan bahwa serangan Israel, bersama dengan Amerika Serikat (AS), dilancarkan untuk "menghilangkan ancaman eksistensial".
Dalam pernyataan video yang dirilis setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan AS terhadap Iran, seperti dilansir AFP dan CNN, Sabtu (28/2/2026), Netanyahu berterima kasih kepada Trump "atas kepemimpinannya yang bersejarah".
"Saudara dan saudariku, warga Israel, beberapa saat yang lalu, Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi untuk menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran," kata Netanyahu dalam pernyataannya.
"Aksi gabungan kita akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran yang berani untuk mengambil kendali atas nasib mereka sendiri," sebutnya.
Netanyahu kemudian menyerukan pergantian rezim di Teheran dan menyerukan rakyat Iran untuk bersatu melawan pemerintah mereka.
"Waktunya telah tiba bagi seluruh rakyat Iran... untuk melepaskan belenggu tirani dan mewujudkan Iran yang bebas dan cinta damai," cetus PM Israel tersebut dalam pernyataan yang ditujukan pada rakyat Iran.
Seruan serupa juga disampaikan Netanyahu saat Israel terlibat perang selama 12 hari dengan Iran pada Juni 2025 lalu.
(nvc/idh)





