Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramdhanti atau Tiwi/Fadia bertekad memperbaiki fokus mereka untuk menghadapi All England setelah kandas di babak semifinal German Open 2026 di Westenergie Sporthalle, Jerman, Sabtu.
"Jelas kami harus lebih fokus di poin-poin akhir. Terutama antisipasi bola-bola tanggung atau setengah-setengah, itu harus lebih siap lagi ke depannya," kata Amalia Cahaya Pratiwi dalam keterangan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) di Jakarta, Sabtu.
Tiwi/Fadia harus mengubur harapan untuk melaju ke partai puncak German Open 2026 setelah menelan kekalahan 18-21, 21-8, dan 19-21 dari pasangan China Li Ti Jing/Wang Yu Duo.
Tiwi menjelaskan, pada set pertama, mereka telah mendapatkan pola permainan yang diinginkan, namun banyak kesalahan sendiri terjadi memasuki poin-poin akhir yang membuat fokus semakin menurun.
Keduanya mencoba mengubah pola permainan pada set kedua yang menurut Tiwi cukup berhasil meredam lawan untuk memenangkan set dengan selisih skor yang jauh.
Baca juga: Tiwi/Fadia kalah, tak ada wakil Indonesia dalam final German Open
Tiwi mengatakan pola permainan yang sama untuk memenangkan gim kedua, terus dipertahankan pada set ketiga. Namun, Tiwi mengatakan terlalu bermain dengan hati-hati dan cenderung ragu-ragu pada poin-poin akhir
"Padahal harusnya lebih berani ambil keputusan," katanya.
Kehilangan fokus pada akhir set juga diakui Fadia. "Di set pertama dan ketiga, terutama di akhir-akhir gim, kami terlalu hati-hati dan seperti takut melakukan kesalahan. Akhirnya justru jadi tidak lepas," katanya.
Dia menambahkan setelah kekalahan tersebut, mereka akan menatap All England dengan terlebih dahulu memulihkan kondisi agar bisa tampil maksimal.
"Kalau besok ada kesempatan latihan, kami tetap mau latihan supaya lebih siap. Pastinya kami ingin memberikan yang terbaik di All England nanti," katanya.
Baca juga: Gloria gagal ke final setelah dikalahkan pasangan Denmark
"Jelas kami harus lebih fokus di poin-poin akhir. Terutama antisipasi bola-bola tanggung atau setengah-setengah, itu harus lebih siap lagi ke depannya," kata Amalia Cahaya Pratiwi dalam keterangan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) di Jakarta, Sabtu.
Tiwi/Fadia harus mengubur harapan untuk melaju ke partai puncak German Open 2026 setelah menelan kekalahan 18-21, 21-8, dan 19-21 dari pasangan China Li Ti Jing/Wang Yu Duo.
Tiwi menjelaskan, pada set pertama, mereka telah mendapatkan pola permainan yang diinginkan, namun banyak kesalahan sendiri terjadi memasuki poin-poin akhir yang membuat fokus semakin menurun.
Keduanya mencoba mengubah pola permainan pada set kedua yang menurut Tiwi cukup berhasil meredam lawan untuk memenangkan set dengan selisih skor yang jauh.
Baca juga: Tiwi/Fadia kalah, tak ada wakil Indonesia dalam final German Open
Tiwi mengatakan pola permainan yang sama untuk memenangkan gim kedua, terus dipertahankan pada set ketiga. Namun, Tiwi mengatakan terlalu bermain dengan hati-hati dan cenderung ragu-ragu pada poin-poin akhir
"Padahal harusnya lebih berani ambil keputusan," katanya.
Kehilangan fokus pada akhir set juga diakui Fadia. "Di set pertama dan ketiga, terutama di akhir-akhir gim, kami terlalu hati-hati dan seperti takut melakukan kesalahan. Akhirnya justru jadi tidak lepas," katanya.
Dia menambahkan setelah kekalahan tersebut, mereka akan menatap All England dengan terlebih dahulu memulihkan kondisi agar bisa tampil maksimal.
"Kalau besok ada kesempatan latihan, kami tetap mau latihan supaya lebih siap. Pastinya kami ingin memberikan yang terbaik di All England nanti," katanya.
Baca juga: Gloria gagal ke final setelah dikalahkan pasangan Denmark




