tvOnenews.com - Buntut Amerika Serikat (AS) dan Israel serang Iran, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat.
Kemudain, PBB dalam datanya menyebut 20 kota di Iran telah terdampak serangan Israel dan AS.
"Aksi militer membawa risiko memicu serangkaian peristiwa yang tidak dapat dikendalikan siapa pun di kawasan paling bergejolak di dunia," ungkap Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dilansir Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).
Kemudian, ia mencatat laporan tentang para pemimpin Iran yang tewas, tetapi mengatakan ia tidak dapat mengkonfirmasi secara independen.
"Saya menyerukan de-eskalasi dan penghentian permusuhan segera. Alternatifnya adalah potensi konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas regional. Saya sangat mendesak semua pihak untuk segera kembali ke meja perundingan," ucapnya.
Untuk diketahui, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu Iran.
Iran merespons serangan itu dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS yang berada di Timur Tengah (Timteng).
Satu di antara serangan terbaru Iran terjadi di Doha, Qatar, pada Sabtu (28/2) malam waktu Doha.
Serangan rudal Iran disebut berhasil merusak sistem radar di pangkalan militer Al Udeid, dekat Doha.
"Qatar menjadi sasaran 44 rudal dan delapan drone... dengan delapan orang terluka termasuk satu orang dalam kondisi kritis," ujar seorang diplomat kepada AFP, dilansir AFP.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan di Teheran.
Pihak Iran membantah klaim itu dan menyebut Khamenei masih hidup. (aag)




