Hinaan Donald Trump kepada Ayatollah Ali Khamenei

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Washington: Tanpa bukti jelas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dalam serangan 28 Februari 2026.

Trump dalam pernyataannya mengatakan bahwa ini adalah yang terbaik untuk Iran. Selain itu dia juga melontarkan hinaan kepada Khamenei yang dia anggap sebagai sosok yang paling dan jahat dan haus darah.

“Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, dikutip dari Guardian, Minggu 1 Maret 2026.
 

Baca Juga :

Netanyahu Klaim Ayatollah Khamenei Meninggal dalam Serangan ke Iran

Ia mengatakan tentang Khamenei: “Ia tidak dapat menghindari Intelijen dan Sistem Pelacakan Canggih kami dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat ia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan.”

“Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” lanjut Trump.

Tetapi tetap saja masih belum ada verifikasi independen atas kematian Khamenei, dan Trump belum memberikan bukti apa pun untuk pernyataan kematian Khamenei ini.

Berikut adalah unggahan lengkap presiden AS di Truth Social:

“Khamenei, one of the most evil people in History, is dead. This is not only Justice for the people of Iran, but for all Great Americans, and those people from many Countries throughout the World, that have been killed or mutilated by Khamenei and his gang of bloodthirsty THUGS.

He was unable to avoid our Intelligence and Highly Sophisticated Tracking Systems and, working closely with Israel, there was not a thing he, or the other leaders that have been killed along with him, could do. This is the single greatest chance for the Iranian people to take back their Country.

We are hearing that many of their IRGC, Military, and other Security and Police Forces, no longer want to fight, and are looking for Immunity from us. As I said last night, “Now they can have Immunity, later they only get Death!” Hopefully, the IRGC and Police will peacefully merge with the Iranian Patriots, and work together as a unit to bring back the Country to the Greatness it deserves. That process should soon be starting in that, not only the death of Khamenei but the Country has been, in only one day, very much destroyed and, even, obliterated.

The heavy and pinpoint bombing, however, will continue, uninterrupted throughout the week or, as long as necessary to achieve our objective of PEACE THROUGHOUT THE MIDDLE EAST AND, INDEED, THE WORLD!”


Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan:

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya.

Dia tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dilakukan dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya. Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.

Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC (Garda Revolusi Iran), militer, dan pasukan keamanan dan kepolisian lainnya, tidak lagi ingin berperang, dan mencari kekebalan dari kami. Seperti yang saya katakan tadi malam, "Sekarang mereka bisa mendapatkan kekebalan, nanti mereka hanya akan mendapatkan kematian!" Mudah-mudahan, IRGC dan polisi akan bergabung secara damai dengan para patriot Iran, dan bekerja sama sebagai satu kesatuan untuk mengembalikan negara ini ke kejayaan yang layak.

Proses itu seharusnya segera dimulai karena, bukan hanya kematian Khamenei tetapi negara ini, hanya dalam satu hari, telah sangat hancur dan bahkan luluh lantak. Namun, pemboman besar-besaran dan tepat sasaran akan terus berlanjut tanpa henti sepanjang minggu ini, atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yaitu PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, BAHKAN, DI SELURUH DUNIA!”


Hingga saat ini belum diketahui secara jelas nasib Ayatollah Ali Khamenei. Saat ini hanyalah klaim dari Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa pemimpin tertinggi Iran itu sudah meninggal dalam serangan yang dilancarkan pada Sabtu 28 Februari 2026 itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satpol PP DKI Jakarta Bersiap Bongkar Lapangan Padel Ilegal di Haji Nawi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BGN: Rp 500 Juta untuk 12 Hari per SPPG
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pesawat Angkut Uang Kertas Bolivia Jatuh di Dekat Ibu Kota, 15 Orang Tewas dan Puluhan Luka
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Minggu 1 Maret 2026
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Iran Berduka: Pemimpin Tertinggi Sayyid Ali Khamenei Syahid Akibat Serangan Gabungan
• 42 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.