Selat Hormuz jalur vital perdagangan minyak dunia yang terletak di Selatan Iran akhirnya resmi ditutup usai serangan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2).
Mengutip Antara, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dikerahkan untuk menutup Selat Hormuz di tengah situasi memanas di Kawasan Timur Tengah, kata Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari pada Sabtu (28/2).
"Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran," kata Jabari.
Sebelumnya pada hari itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan juga menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Perwakilan IRGC mengatakan bahwa Israel 'salah perhitungan' dengan menyerang Iran.
Dengan mengutip pernyataan Kementerian Pendidikan Iran, Kantor berita ISNA melaporkan bahwa sekolah-sekolah di Iran telah ditutup atau untuk sementara beralih ke pembelajaran daring di tengah serangan AS dan Israel.
Lalu bagaimana fakta-fakta jalur vital perdagangan minyak dunia ini?
Angkut 20 Juta Barel per Hari
Berdasarkan informasi dari Badan Informasi Energi AS (EIA), lebih dari 20 persen konsumsi minyak harian dunia atau sekitar 18 hingga 20 juta barel per hari melewati Selat Hormuz.
Hal ini karena negara anggota OPEC seperti Arab Saudi dan Iran mengekspor sebagian minyak mentah lewat jalur tersebut. Selain itu, ekspor gas alam cair (LNG) yang diekspor dari Qatar juga melalui jalur tersebut.
Jika nantinya selat tersebut ditutup, maka dampaknya akan terasa pada pasokan energi seperti menimbulkan kenaikan harga minyak dunia Adapun negara di Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan sangat bergantung pada energi yang melewati jalur ini.
Penghubung Teluk dengan Samudra Hindia
Selain penting bagi perdagangan minyak global, selat tersebut merupakan penghubung Teluk dengan Samudra Hindia dan terletak di antara Iran dan eksklave Musandam milik Oman, yang berada di ujung semenanjung.
Lebarnya sekitar 50 kilometer, serta perairannya yang dangkal yaitu tidak lebih dari 60 meter, membuatnya rentan untuk ditutup secara militer.
Secara geografis, selat tersebut juga dipenuhi pulau-pulau kecil yang tak banyak penduduk atau berupa gurun yang memiliki nilai strategis, terutama pulau-pulau Iran seperti Hormuz, Qeshm, dan Larak.
Jalur Perdagangan Minyak Utama ke Asia
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak yang merupakan anggota OPEC mengekspor sebagian besar minyak mentah lewat Selat Hormuz, terutama ke Asia. Qatar yang merupakan salah satu eksportir gas alam cair terbesar di dunia juga mengirim hampir semua gasnya lewat Selat Hormuz.
Iran juga mengekspor sebagian besar minyak mentahnya lewat jalur tersebut, yang secara teori membatasi keinginan Teheran untuk menutup Selat Hormuz. Meski demikian, Iran tetap mendedikasikan sumber daya yang signifikan untuk memastikan dapat melakukannya jika dianggap perlu.




