Eggmpire Gabungkan Teknologi, Reforestasi, dan Distribusi Pangan dalam Satu Ekosistem

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

PT Eggmpire Bumi Lestari bersama PT Eggcologic Bumi Lestari dan Yayasan Equator Bumi Lestari resmi melakukan soft launch EggMpire Token (EGGM), ekosistem yang menghubungkan teknologi digital dengan aksi nyata di bidang lingkungan dan sosial.

EGGM hadir untuk menjawab kebutuhan akan program keberlanjutan yang lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung. Melalui sistem ini, setiap partisipasi akan terhubung dengan aksi nyata seperti penanaman pohon atau distribusi telur bergizi kepada masyarakat yang membutuhkan. Founder EGGM Julius Robinson menyampaikan ekosistem ini dibangun dengan prinsip planet, people, profit.

"Upaya peningkatan sosial dan climate action harus instan. Dalam ekosistem EGGM, Sertifikat ESG keluar dalam hitungan detik dan aksi lingkungan dieksekusi dalam hitungan hari," kata Julius Robinson dalam keterangan resmi.

Baca juga : Meski Mudah Diolah, Konsumsi Telur Berlebihan Punya Dampak Bagi Tubuh

Melalui Yayasan Equator Bumi Lestari, penanaman puluhan ribu pohon sudah terlaksana di berbagai daerah, yaitu Riau, Bandung Raya, Banten, Bali, Muara Gembong Bekasi Laut, dan lain-lain. Bersama PT Eggcologic Bumi Lestari, produksi telur dijalankan dengan pendekatan ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah organik dengan metode bio-konversi untuk mendukung efisiensi produksi.

Telur yang dihasilkan kemudian didistribusikan kepada masyarakat dan setiap minggu diberikan telur kepada panti asuhan, panti jompo, korban bencana, dan program pencegahan stunting lewat program CSR yang dilakukan perusahaan. Model ini dianggap tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Julius menambahkan short target di dalam enam bulan ke depan adalah 600.000 pohon tertanam dan menyumbangkan tiga juta telur untuk masyarakat kurang mampu.

Baca juga : Hijaukan 4.140 Hektare Lahan, Pemulihan Ekosistem DAS Maluku Utara Capai Target Maksimal

Menuju 2030 ke depan, EGGM menargetkan pengembangan peternakan berkelanjutan, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan dampak sosial dan lingkungan di berbagai wilayah.

Berbeda dengan program CSR konvensional, ekosistem ini memungkinkan kontribusi dan dampak sosial tercatat secara langsung dan transparan.

"EGGM membuka kesempatan bagi perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan keberlanjutan yang terintegrasi antara teknologi dan sektor riil," pungkasnya. (E-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakili Prabowo, Wapres Gibran hadir pada perayaan Imlek Festival 2577
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Ramadan Ubah Ritme Kerja Dunia, Ini 10 Negara yang Pangkas Jam Kantor-World In Minute
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tertipu, Belasan Jemaah Umrah Asal Sukabumi Terlantar 4 Hari di Bandara
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bapanas tegaskan penyaluran SPHP jagung pakan 242 ribu ton pada Maret
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Viral Aksi Pembusuran di Pallangga Terungkap, Dua Remaja Diamankan Polres Gowa
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.