Kekayaan nilai religi, histori, dan kultur di Istanbul

antaranews.com
15 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Bicara mengenai Kota Istanbul di Turki tidak bisa lepas dari citra Masjid Agung Hagia Sofia yang memiliki sejarah yang tak pernah habis untuk digali dan dibahas.

Namun, Istanbul tidak hanya sebatas Hagia Sofia nan legendaris saja. Statusnya sebagai kota yang terletak di perbatasan Eropa dan Asia membuatnya memiliki banyak lokasi yang terus menjadi daya tarik wisata di dalam dan luar negeri.

Sisi “kota tua” dari Istanbul mencerminkan pengaruh budaya dari berbagai kekaisaran yang pernah berdiri di sini.

Tampak luar dari Masjid Sulemaniye yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Kamis (12/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Peninggalan berupa bangunan-bangunan dengan arsitektur khas masing-masing pemerintahan, mulai dari Kekaisaran Romawi hingga Kekaisaran Ottoman, masih begitu kokoh tak habis digerus zaman.

Tidak mengherankan apabila Istanbul disebut sebagai kota dengan nilai nostalgia yang tinggi serta memberikan kesan romantis di tengah kesibukan area metropolis.

ANTARA bersama AirAsia X dan Badan Pariwisata Turki (TGA) berkesempatan untuk menjelajahi beberapa destinasi menarik di kota yang berada di barat laut Negeri Tanah Kekaisaran ini. Berikut ulasan singkatnya.

Tampak dalam dari Masjid Sulemaniye yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Kamis (12/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Masjid Süleymaniye

Salah satu masjid kekaisaran penting pada era Ottoman, Masjid Süleymaniye, dibangun atas perintah Sultan Suleiman, dan arsitek legendaris Sinan yang mengerjakan pembangunannya.

Dibangun di atas bukit yang mendominasi sisi timur dan barat Istanbul, Masjid Süleymaniye sangat megah karena lokasinya dan ukurannya yang luas.

Masjid ini merupakan masjid terbesar di Istanbul hingga Masjid Çamlıca dibangun pada tahun 2019.

Ciri paling khas dari masjid ini adalah lengkungan bergaris merah dan putih yang cerah, yang menambah sentuhan keanggunan pada interior masjid dengan kehalusan dan simetrinya.

Baca juga: Bursa, paduan sejarah dan alam nan indah di Anatolia

Masjid Sultanahmet atau Masjid Biru

Di dekat kompleks Masjid Agung Hagia Sofia, berdiri pula tempat ibadah yang tidak kalah megahnya, yaitu Masjid Sultanahmet atau yang dikenal dengan sebutan Masjid Biru.

Bangunan ini dijuluki dengan Masjid Biru karena interiornya dipenuhi dengan ubin turquoise khas Anatolia atau Turki bagian Asia yang indah di berbagai sisinya.

Pemandu wisata tim media AirAsia X dan TGA, Aret, mengatakan ubin yang didominasi warna biru dan motif floral arabesque di Masjid Sultanamet tidak lepas dari pengaruh arsitektur dan nilai Islami di Turki.

Tampak dalam dari Masjid Sultanahmet yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Jumat (13/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Dibangun atas perintah Sultan Utsmaniyah Ahmed I pada abad ke-17, Masjid Sultanahmet menampilkan kemegahannya dengan enam menara. Kubahnya yang besar juga menarik perhatian siapa pun yang memandangnya.

Karena nilai historis dan seni yang tinggi inilah, Masjid Sultanahmet pun masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985 dengan nama “Kawasan Bersejarah Istanbul”, bersama dengan Hagia Sofia dan Masjid Süleymaniye.



Basilika Cistern

Tidak memerlukan waktu lama untuk beralih dari Masjid Sultanahmet dan Hagia Sofia menuju Basilika Cistern, bangunan kuno nan megah lainnya di Istanbul.

Berbeda dengan masjid-masjid yang telah disebutkan di atas, keindahan Basilika Cistern berada di bawah tanah.

Basilika Cistern merupakan sebuah struktur penyimpanan air bawah tanah besar yang masih ada di Istanbul.

Tempat ini dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Justinian I sekitar tahun 542. Karena dulunya ada basilika di sini, maka tempat ini juga disebut Basilika Cistern.

Tampak dalam dari Basilika Cistern yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Jumat (13/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Tampak dalam dari Basilika Cistern yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Jumat (13/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Waduk air bawah tanah yang besar ini juga disebut “Yerebatan Cistern” oleh penduduk setempat karena kolom-kolom marmer bawah tanahnya. “Yerebatan” sendiri berarti Bawah Tanah dalam bahasa Turki.

Para pelancong dapat berjalan-jalan di sepanjang jalan setapak kayu, kolom-kolom kuno, pilar-pilar berukir, dan lengkungan-lengkungan mistis yang ditandai dengan jejak arsitektur lawas di sini.

Cistern ini memiliki daya tarik yang begitu besar sehingga juga digunakan sebagai latar belakang untuk film-film populer Hollywood termasuk film dari serial “James Bond”.

Baca juga: Mahakarya dua Hagia Sofia di Istanbul dan Bursa

Menara Galata

Menara Galata, yang bisa dibilang merupakan bangunan paling terkenal di cakrawala Istanbul, awalnya dibangun pada tahun 1384 oleh komunitas imigran Italia, terutama dari Genoa.

Tampak luar dari Menara Galata yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Jumat (13/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Selama era Ottoman, menara ini rusak akibat gempa bumi pada tahun 1500-an dan diperbaiki oleh Arsitek Murad bin Hayreddin.

Kini, terlihat bahwa bagian bangunan hingga lantai tiga memiliki karakter Genoa, sedangkan lantai lainnya memiliki pengaruh Ottoman.

Menara setinggi 66,90 m ini merupakan tujuan populer karena pemandangan panorama yang luar biasa dari lantai observasinya.



Museum Mosaik Zeytinburnu

Turki dan mosaik seakan tidak bisa terlepas satu sama lain, di mana kepingan-kepingan masa lampau masih tersusun dengan rapi di masa kini.

Istanbul memiliki salah satu museum yang merawat “puzzle” itu dengan baik, yakni Museum Mosaik Zeytinburnu yang terletak di bekas rumah sakit militer bersejarah, yang sekarang menjadi Pusat Seni Kazlıçeşme.

Salah satu temuan mosaik yang dipamerkan di Museum Mosaik Zeytinburnu yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Jumat (13/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira

Mosaik-mosaik yang dipamerkan di museum ini ditemukan selama restorasi bangunan pada tahun 2015, pada kedalaman sekitar 1,5 meter di bawah permukaan.

Setelah ditemukan, mosaik-mosaik tersebut segera ditempatkan di bawah konservasi.

Saat ini, Museum Mosaik Zeytinburnu adalah destinasi budaya yang luar biasa di mana mosaik-mosaik artistik dipamerkan di tempat asalnya, beriringan dengan kesenian modern yang terpampang di galeri seni di dekatnya.

Baca juga: Tengok Bosphorus Boat Show 2026, pameran kapal di darat terbesar Turki

Spice Bazaar

Sebagai wisatawan dari Indonesia, tidak afdol rasanya untuk tidak berburu oleh-oleh saat mengunjungi negara lain, tak terkecuali Turki.

Di Istanbul, berdirilah Spice Bazaar, pasar yang menjual berbagai jenis rempah-rempah khas, kopi, kacang-kacangan, suvenir, hingga jajanan seperti baklava dan Turkish delight.

Tampak dalam Spice Bazaar yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Kamis (12/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Dulunya, tempat ini bernama Misir Carsisi, yang berarti Pasar Mesir karena negara tersebut merupakan pusat masuknya rempah-rempah eksotis dari tempat-tempat seperti India dan Asia Tenggara, sejak zaman Alexander Agung.

Pasar ini dibangun pada tahun 1660-an, dirancang oleh arsitek istana Sultan Mehmet IV, Mustafa Aga.

Sejumlah jenis rempah-rempah yang dijumpai di Spice Bazaar yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Kamis (12/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Sejumlah jenis pernak-pernik yang dijumpai di Spice Bazaar yang terletak di Istanbul, Turki, diambil pada Kamis (12/2/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.

Saat ini, kios-kios yang dipenuhi rempah-rempah dan makanan, merangsang indera manusia: dengan udara yang dipenuhi aroma menggoda, dan deretan pernak-pernik penuh warna yang memanjakan mata.

Namun, tetap harus berhati-hati jika berbelanja di Spice Bazaar. Jangan ragu untuk menawar harga jika dirasa terlalu mahal, dan terus jaga barang bawaan khususnya kartu yang digunakan untuk melakukan pembayaran.

Pastikan telah melakukan riset kecil-kecilan terkait harga barang yang hendak dibeli, agar tidak kena kibul di Istanbul!

Baca juga: Nilai sentimental di meja sarapan tradisional keluarga Turki

Baca juga: Selalu ada anabul di setiap jalanan Istanbul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Minyak dan Gas Mandek di Selat Hormuz Imbas Serangan AS-Israel ke Iran
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
4 Zodiak yang Paling Jago Mendeteksi Kebohongan
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Iran umumkan masa berkabung 40 hari atas syahidnya Khamenei
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Begini Tips Alokasi THR yang Bijak, Kunci Finansial Tetap Sehat
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Berasa di Tanah Suci, Mushola Unik Berbentuk Ka’bah Viral di Karawang
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.