Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan

tvrinews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Teheran

Presiden AS Sebut Serangan Udara ke Teheran sebagai Momentum Perubahan bagi Rakyat Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam serangkaian serangan udara terkoordinasi yang diluncurkan oleh pasukan AS dan Israel di Teheran, Sabtu 28 Februari 2026.

Melalui pernyataan resmi di media sosial, Presiden Trump menyebut peristiwa ini sebagai bentuk "keadilan" bagi rakyat Iran, warga Amerika, serta masyarakat dunia.

Kutipan Medsos Trump (Foto: X Donald Trump)

Ia menegaskan bahwa operasi militer tersebut bertujuan memberikan kesempatan bagi bangsa Iran untuk menentukan masa depan negara mereka sendiri.

"Ini adalah kesempatan tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali negara mereka," tulis Trump. 

Ia juga menambahkan bahwa banyak elemen militer Iran saat ini mulai enggan untuk melanjutkan perlawanan.

Bukti Satelit dan Skala Kerusakan

Hingga saat ini, Teheran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai status Ali Khamenei. 

Namun, sejumlah citra satelit yang dirilis menunjukkan kerusakan signifikan pada kompleks kediaman sang Pemimpin Tertinggi di ibu kota.

Puing-puing bangunan yang tersisa pascaserangan Israel-AS di Teheran, Iran, (Foto: BBC News)

Dalam laporan awal, militer Israel menyatakan telah mengidentifikasi tujuh pejabat tinggi Iran yang tewas dalam operasi tersebut, meski pada awalnya nama Khamenei tidak termasuk dalam daftar yang dipublikasikan secara terbuka.

Puing-puing bangunan yang tersisa pascaserangan Israel-AS di Teheran, Iran (Foto: AP News)

Eskalasi Regional

Sebagai balasan atas serangan tersebut, Teheran meluncurkan serangan rudal ke berbagai titik di Timur Tengah. 

Laporan ledakan muncul dari Dubai, Doha, Bahrain, dan Kuwait wilayah yang menampung pangkalan militer AS atau merupakan sekutu utama Washington.

Berdasarkan data dari Bulan Sabit Merah, lebih dari 200 orang dilaporkan tewas di seluruh wilayah Iran akibat gempuran udara tersebut. 

Media lokal Iran juga melaporkan sebuah serangan udara mengenai sebuah sekolah perempuan yang menewaskan sedikitnya 85 orang.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Teluk tetap dalam status siaga tinggi. 

Gedung Putih menyatakan bahwa operasi udara akan terus berlanjut guna memastikan stabilitas dan keamanan global dari ancaman rezim yang dianggap berbahaya kutip BBC News.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Transmart Kasih Diskon Besar-Besaran untuk AC dan Kulkas
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Otoritas Irak Tutup Wilayah Udara Imbas Serangan AS-Israel ke Iran
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Tren Belanja Masyarakat Naik Kelas, Lazada Hadirkan Program Ramadan Berkualitas
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Masih langka, harga BBM Shell Super naik jadi Rp12.390 mulai 1 Maret
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.