REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Saudi Press Agency (SPA), Sabtu (28/2/2025), melaporkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menerima panggilan telepon pada hari Sabtu dari Presiden Amerika Serikat. Trump menyampaikan kecaman Washington atas serangan rudal terang-terangan terhadap Kerajaan, yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Kerajaan Arab Saudi.
Ia menegaskan dukungan AS terhadap Kerajaan serta dukungannya atas semua langkah yang diambil Kerajaan untuk menghadapi Iran yang disebut merusak keamanan dan stabilitas kawasan. Dalam panggilan terpisah, Putra Mahkota Mohammed dan Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa membahas eskalasi militer yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Al-Sharaa menegaskan dukungan dan solidaritas negaranya terhadap Kerajaan.
Baca Juga
Pejuang Hamas Serukan Solidaritas Iran, Minta Arab dan Islam Bersatu Lawan Agresi Zionis-AS
Mantan Wapres AS Ungkap Kebohongan Donald Trump soal Iran
Respons Presiden Iran soal Serangan AS-Israel yang Bunuh Ratusan Siswi Sekolah
Kantor berita AFP pada Sabtu (28/2/2026) melaporkan bahwa ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Ledakan di Riyadh diperkirakan bagian dari akibat operasi militer balasan Iran menyasar pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Berdasarkan laporan media, ledakan terjadi di negara-negara yang menjadi basis pangkalan militer AS. Seperti dilaporkan Al Jazeera, ledakan terdengar di Kuwait dan Bahrain.