Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) digelar selama dua jam dan berakhir sekitar pukul 23:00 GMT pada Sabtu (28/1) atau 05:00 WIB Minggu (1/3/2026).
Sebanyak 15 negara anggota DK PBB, Sekjen PBB, serta duta besar Iran dan Israel hadir dalam pertemuan tersebut dan memberikan pemaparan terkait kondisi mencekam di Timur Tengah (Timteng).
Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan gelombang serangan ke Iran, yang kemudian direspons cepat dengan serangan Teheran ke Israel dan 7 negara yang memiliki basis militer AS.
Ada beberapa poin penting dalam pertemuan DK PBB tersebut. Pertama-tama, Guterres mengatakan serangan AS dan Israel melawan Iran adalah "tindakan agresi terang-terangan".
Ia mengatakan serangan tersebut adalah pelanggaran ilegal terhadap piagam PBB, tetapi kemudian juga mengutuk tindakan balasan oleh Iran, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/2/2026).
Guterres memperingatkan situasi saat ini adalah eskalasi yang bisa lepas kendali.
Duta Besar Iran mencatat bahwa serangan-serangan ini terjadi di tengah negosiasi nuklir, sementara utusan AS dan Israel mengatakan bahwa pembicaraan telah mencapai titik akhir dan tidak ada alasan lebih lanjut untuk melanjutkannya.
Jelas sekali bahwa terdapat perbedaan pendapat yang sangat besar mengenai apakah pembicaraan ini seharusnya dilanjutkan, dan apa yang akan terjadi selanjutnya setelah pembicaraan tersebut melenceng dari jalur yang seharusnya.
(fab/fab) Add as a preferred
source on Google




