JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto kena roasting netizen sebagai anak muda yang hanya lulusan ijazah paket C tapi berani melawan Presiden Prabowo Subianto dan mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tiyo menceritakan awal mulanya ia adalah lulusan paket C dan memutuskan untuk ikut paket C saja daripada sekolah formal.
“SMA saya itu bukan SMA formal. Sekolah non formal. Singkat cerita, Tiyo ini memang punya penasaran yang tinggi, sebenarnya sejak kecil,” kata Tiyo bercerita di YouTube Terus Terang Media.
BACA JUGA:Jiwa Pemberontak Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kelihatan Sejak Kecil di Film Produksi Omah Dongeng Marwah
Host bertanya latar belakang Tiyo.
“Keluarga kamu aktivis gak?” tanya host.
“Kebetulan tidak,” ujar Tiyo tersenyum.
Daya kritis Tiyo, membawanya berpikir kritis pada sistem pendidikan saat itu.
BACA JUGA:Apa Itu Omah Dongeng Marwah? Sekolah Alternatif Besutan Aktivis 98 Tempat Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM Tumbuh
Ia kebetulan sejak SMP menjabat sebagai ketua OSIS dan ketua penggalang pramuka.
“Saya merasa pendidikan tak merasa bikin kita cukup cerdas, pendidikan itu bikin kita patuh, bikin kita disiplin, pendidikan ini tak membuat kita jadi manusia, tapi bikin kita jadi pekerja. Pendidikan kita tak terinspirasi oleh bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara tapi terinspirasi oleh Daendels. Itu pikiran pikiran Tiyo sejak SMP,” ungkapnya.
Dan sampailah pada satu keputusan besar ketika ia mau melanjutkan dari SMP menuju SMA.
“Ijazah itu adalah kertas yang kapan saja bisa kepakai, tapi pikiran dan pengalaman itu tak bisa dipakai oleh apapun, Maka bersama rekan-rekan dengan pikiran yang sama ini kalau bicara ijazah agak sensitif ya,” tuturnya tertawa.
BACA JUGA:Intip Omah Dongeng Marwah, Kawah Candradimuka Ketua BEM UGM Tiyo yang Lantang Kritik Prabowo
Maka Tiyo bersama rekan-rekan merintis transformasi, dari sanggar Omah Dongeng Marwah, jadi PKBM.
- 1
- 2
- 3
- »





