NEW YORK, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) membela diri atas serangannya dengan Israel ke Iran pada Sidang Dewan Keamanan (DK) PBB.
AS telah menggelar operasi Epic Fury, yang menyerang sejumlah wilayah di Iran, Sabtu (28/2/2026).
Salah satu sasarannya adalah kantor dan tempat tinggal pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini.
Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menegaskan operasi tersebut dilakukan untuk melindungi dunia dari senjata nuklir Iran.
“Operasi Epic Fury diterapkan dengan tujuan yang spesifik dan obyektif,” kata Waltz pada Sidang DK PBB, Sabtu (1/3/2026) pagi WIB, dipantau dari tayangan Breaking News KompasTV.
Baca Juga: Trump Sebut Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Sepanjang yang Saya Tahu Ia Masih Hidup
“Untuk meluncuti kemampuan nuklir yang mengancam sekutu kami, merendahkan aset rudal, menstabilkan perairan internasional, dan mengganggu persenjataan terhadap proksi jahat, serta memastikan rezim Iran tak akan pernah mengancam dunia dengan senjata nuklir,” tambahnya.
Waltz juga menirukan tuduhan Presiden AS Donald Trump kepada Iran, bahwa selama beberapa dekade, rezim Iran telah membuat dunia tak stabil.
Baca Juga: Sekjen PBB Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Dianggap Rusak Perdamaian dan Keamanan Internasional
“Mereka membunuh pasukan dan warga AS, mengancam sekutu kami di kawasan, dan membahayakan keamanan perairan internasional, yang dibutuhkan dunia,” ujarnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- mike waltz
- iran
- dubes as untuk pbb
- serangan as ke iran
- sidang dk pbb
- operasi epic fury





