- Dubai diserang misil dan drone Iran pada Sabtu malam (28/2/2026), melukai empat orang di Bandara Internasional DBX.
- Serangan Iran menargetkan negara sekutu AS setelah operasi militer AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi.
- Hotel Burj Al Arab dan Hotel Fairmont di Dubai mengalami kerusakan akibat serangan drone Iran yang dicegat.
Suara.com - Pemerintah Kota Dubai di Uni Emirat Arab mengakui bahwa bandara internasional dan hotel ikonik Burj al Arab telah dihantam oleh serangan misil serta drone Iran pada Sabtu malam (28/2/2026).
Iran menyerang negara-negara Arab sekutu Amerika Serikat seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi dan Yordania setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada Sabtu pagi kemarin.
Kantor urusan media Dubai menerangkan empat orang terluka dalam serangan di Bandara Internasioanal Dubai (DBX).
Sementara itu hotel Burj al Arab juga mengalami kerusakan minor akibat terkenal pecahan drone Iran yang berhasil dicegat di langit Dubai.
Sebelumnya pada Sabtu malam, puing drone Iran yang dicegat militer Uni Emirat Arab, juga telah jatuh dan menyebabkan ledakan dahsyat di Hotel Fairmont di Jumeirah Beach, pulai reklamasi paling ikonik di Timur Tengah dan salah satu pusat turis.
Dubai adalah salah satu kota terbesar, pusat bisnis serta pariwisata Uni Emirat Arab. Sejauh ini para analis masih berdebat tentang motif Iran menyerang pusat bisnis dan pemukiman di negara-negara Arab seperti Dubai, Abu Dhabi; Doha di Qatar; Riyadh di Arab Saudi; dan Kuwait.
Contohnya di Abu Dhabi, di mana bandara internasional sipil juga dihantam Iran dan menyebabkan tujuh orang terluka dan satu warga asing tewas.
Sebelumnya militer Iran memang menyerang pangkalan-pangkalan militer, baik angkatan laut maupun angkatan udara Amerika Serikat di kawasan Teluk. Serangan Iran juga merusak bandara internasional Kuwait.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Batal Akibat Perang AS-Iran?




